Proyek Jalan Dua Jalur Bireuen Sorotan: Dibangun Tanpa Papan Nama, Anggaran Jadi Misteri
Bireuen I Gebrak24.com – Pembangunan proyek jalan provinsi dua jalur lintas Medan - Banda Aceh, tepatnya dari kawasan Simpang Pulo Ara hingga Cot Gapu, Kabupaten Bireuen, menuai sorotan warga. Pasalnya, di lokasi proyek pengerjaan jalan tersebut tidak ditemukan adanya papan informasi (plampet) nama bangunan maupun jumlah anggaran biaya.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat setempat. Warga menilai transparansi proyek ini sangat minim, padahal aturan mewajibkan setiap infrastruktur publik yang dibangun pemerintah—mulai dari tingkat desa hingga pusat—wajib memasang papan informasi proyek.
"Biasanya proyek sekecil apa pun, seperti jalan gampong atau gedung sekolah, pasti ada papan namanya. Di situ jelas tertulis volume, sumber dana dari APBD, APBA, atau APBN, serta tahun anggarannya. Kenapa proyek jalan provinsi sebesar ini justru dibiarkan tanpa kejelasan?" ujar seorang warga kepada media, Selasa (9/6).
Saat dikonfirmasi, Pemerintah Kabupaten Bireuen mengaku tidak memegang data terkait proyek tersebut. Pj Bupati Bireuen melalui Kepala Bagian Humas, Mursyidin, menyatakan pihaknya tidak mengetahui detail panjang jalan yang sedang dikerjakan.
"Kami tidak ada data sama sekali terkait panjang kilometer jalan itu. Silakan coba hubungi langsung Kepala Dinas PU Kabupaten Bireuen," kata Mursyidin.
Namun, upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bireuen, Fadli Amir, belum membuahkan hasil. Panggilan telepon dari tim media ini tidak direspons. Bungkamnya pihak terkait memicu spekulasi di tengah masyarakat Bireuen mengenai legalitas dan pengawasan proyek pengecoran beton jalan tersebut.
Selain masalah transparansi, aktivitas pengerjaan proyek ini juga berdampak buruk pada kelancaran lalu lintas. Kawasan tersebut merupakan jalur utama yang sangat padat lalu lintas, terutama pada jam keberangkatan sekolah, siang hari, dan sore saat jam pulang kantor Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ketiadaan rambu dan papan informasi yang jelas memperparah kemacetan panjang. Arus kendaraan yang didominasi oleh bus antarkota, truk angkutan barang lintas barat-timur Sumatra, serta kendaraan roda dua milik warga lokal terpaksa melambat dan saling berebut lajur.
Warga mengimbau para pengguna jalan yang melintasi jalur utama Kota Bireuen ini untuk ekstra waspada demi menghindari kecelakaan lalu lintas. (tim)
