Diikuti 2.500 Warga, Bupati Ayahwa Lepas Gerak Jalan Santai Milad ke-800 Samudera Pasai
Aceh Utara I Gebrak24.com — Minggu, 13 September 2026, menjadi momen penuh semangat saat Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. — yang akrab disapa Ayahwa — secara resmi melepas peserta Gerak Jalan Santai dalam rangka memperingati Milad ke-800 Kerajaan Samudera Pasai.
Bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, sekitar 2.500 warga dari berbagai elemen masyarakat berkumpul sejak dini hari. Start kegiatan resmi dimulai pukul 07.30 WIB dengan rute mengelilingi kawasan Kantor Bupati Aceh Utara.
Diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf), kegiatan ini terbuka untuk umum dan diikuti pelajar, pemuda, Aparatur Sipil Negara, komunitas olahraga, hingga warga dari berbagai kecamatan.
Dalam pidato pelepasan, Ayahwa mengajak seluruh warga menyadari bahwa langkah kaki pagi ini bukan sekadar berolahraga, melainkan simbol kebersamaan dan kebangkitan daerah.
"Delapan abad lalu, dari tanah Pase inilah, Samudera Pasai berdiri sebagai pusat peradaban, perdagangan, dan penyebaran Islam yang disegani dunia. Kejayaan itu lahir bukan semata karena kekayaan alam, melainkan karena generasi pendahulu yang memiliki ilmu, iman, keberanian, persatuan, dan cita-cita yang besar," ujar Ayahwa.
Mengusung tema "Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar Demi Aceh Utara Bangkit", kegiatan ini juga menyediakan hadiah menarik serta doorprize berupa kulkas, TV LED, sepeda santai, mesin cuci, dan hadiah-hadiah lainnya.
Kepala Disporaparekraf Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag., M.Pd., menjelaskan kegiatan ini menjadi momentum membudayakan hidup sehat sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
"Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama bergerak, berolahraga, dan menjaga kebugaran. Mari kita wujudkan masyarakat yang aktif dan sehat," ujarnya.
Zulkifli, menegaskan seluruh peserta jalan santai wajib memakai pakaian Islami. Aturan ini berlaku mutlak bagi semua peserta tanpa terkecuali. Peserta perempuan wajib memakai baju longgar dan jilbab. Sementara peserta laki-laki wajib mengenakan celana panjang.
Semangat kebersamaan yang terjalin pagi ini diharapkan terus dipelihara dalam upaya membangun Aceh Utara yang Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan. (tim/red).



