Kesbangpol Aceh Utara Edukasi Pemilih Pemula di SMKN 1 Baktiya, Dorong Generasi Muda Cerdas Berdemokrasi
Aceh Utara I Gebrak24.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Aceh Utara menggelar sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula di SMK Negeri 1 Baktiya, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar tentang demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab.
Mengusung tema “Generasi Emas Aceh Utara: Dari Pemilih Pemula Menjadi Penggerak Perubahan”, kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh para pelajar yang dipersiapkan menjadi pemilih pada pemilihan umum mendatang, termasuk Pemilu 2029.
Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Yusrizal, S.H., M.H., MNLTD., dan Ad Haryadi, S.Sos. Keduanya menyampaikan materi mengenai pendidikan politik, partisipasi demokrasi, serta peran strategis generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Aceh Utara, Adharyadi, S.Sos., didampingi Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan, Iskandar, S.E., menjelaskan bahwa pendidikan politik bagi pemilih pemula merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran demokrasi sejak dini.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai mekanisme pemilu, tetapi juga mendorong terciptanya proses demokrasi yang tertib, aman, damai, dan berkualitas.
“Ini merupakan upaya kita untuk mewujudkan sistem demokrasi yang baik dan berkualitas, sekaligus mendukung keberlanjutan proses pembangunan di Kabupaten Aceh Utara,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari partisipasi masyarakat, terutama generasi muda yang akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan masa depan bangsa.
Sinergi antara pemerintah dan masyarakat, lanjutnya, menjadi salah satu kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Adharyadi juga menekankan bahwa pemilih pemula perlu dibekali pengetahuan yang memadai agar mampu menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan rasional, visi, misi, serta gagasan para peserta pemilu.
“Melalui kegiatan ini, pemilih pemula dibekali pengetahuan tentang hak dan kewajiban mereka, pentingnya memilih berdasarkan gagasan yang jelas, serta cara menghadapi tantangan seperti hoaks dan politik uang,” tuturnya.
Ia berharap, melalui sosialisasi tersebut, kesadaran politik dan wawasan kebangsaan di kalangan pelajar semakin meningkat. Dengan demikian, generasi muda dapat tumbuh menjadi warga negara yang aktif, kritis, berkarakter, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Baktiya, Fahrurrizal, S.T., M.S.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kesbangpol Aceh Utara atas pelaksanaan sosialisasi pendidikan politik bagi para siswa di sekolah yang dipimpinnya.
Menurut Fahrurrizal, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar dalam memperluas wawasan pelajar mengenai politik, demokrasi, serta peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kesbangpol Aceh Utara yang telah menyosialisasikan pendidikan politik kepada siswa SMK Negeri 1 Baktiya. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pemahaman siswa tentang politik dan demokrasi,” ujarnya.
Ia berharap, edukasi politik seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar para pelajar memiliki pemahaman yang baik mengenai proses pemilihan umum dan mampu menggunakan hak pilihnya secara bijaksana.
Fahrurrizal juga mengingatkan pentingnya membangun kemampuan berpikir kritis di kalangan pelajar agar mereka tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, termasuk berita bohong atau hoaks.
Menurutnya, pemahaman politik sejak dini merupakan bagian penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam menjalankan hak serta kewajibannya sebagai warga negara.
Melalui kegiatan tersebut, Ia berharap siswa SMK Negeri 1 Baktiya dapat menjadi pemilih pemula yang cerdas, mampu menentukan pilihan secara mandiri, serta berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang aman, damai, dan berkualitas di Kabupaten Aceh Utara.
"Dengan meningkatnya pemahaman politik di kalangan generasi muda, partisipasi pelajar dalam proses demokrasi diharapkan tidak sekadar menjadi pemenuhan hak sebagai pemilih, tetapi juga menjadi wujud tanggung jawab dalam menentukan masa depan daerah dan bangsa, "tuturnya.(tim/red)

