Tim medis harus menempuh perjalanan menggunakan sampan selama kurang lebih tiga jam, melewati medan sungai yang cukup ekstrem dan berisiko.
Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan yang terdiri dari dr. Habib Gultom, dr. Aldy, dr. Aqilla, Ners Chandra, serta Bidan Dinda.
Kehadiran mereka di tengah kondisi pasca banjir menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat Desa Sekumur yang masih mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia.
Kondisi banjir yang terjadi tidak hanya berdampak pada pemukiman dan aktivitas ekonomi warga, tetapi juga memperparah keterisolasian wilayah.
Situasi ini menjadi tantangan serius ketika masyarakat membutuhkan pertolongan medis secara cepat dan aman. Oleh karena itu, kegiatan pengobatan gratis ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membuka perhatian lebih luas terhadap pentingnya peningkatan akses transportasi dan layanan kesehatan di daerah terpencil.
Melalui kolaborasi ini, Tim Medical Pegadaian, Dompet Dhuafa, dan Dinas Kesehatan Aceh Tamiang berharap upaya kemanusiaan serupa dapat terus berlanjut, sehingga masyarakat Desa Sekumur memperoleh layanan kesehatan yang layak meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan akses.(tim)


