-->
Breaking News:
Memuat berita populer...

no-style

Ratusan Mahasiswa Universitas Almuslim Bireuen Diterjunkan dalam KKM Tanggap Bencana di Tiga Kecamatan Terdampak Banjir

Redaksi
Thursday, December 11, 2025, 6:18:00 AM WIB Last Updated 2025-12-10T23:19:07Z








Bireuen I Gebrak24.com – Sebanyak 178 mahasiswa dari Universitas Almuslim (Umuslim) Bireuen secara resmi memulai kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Angkatan XXVIII. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, KKM kali ini mengusung tema khusus "Masa Tanggap Bencana", di mana para peserta difokuskan untuk membantu masyarakat di tiga kecamatan di Kabupaten Bireuen yang baru-baru ini dilanda banjir parah.

Acara pelepasan mahasiswa dilaksanakan dengan khidmat pada Rabu (10/12/2025) di halaman ACC MA Jangka. Rektor Umuslim, Dr. Marwan M.Pd, memimpin langsung upacara tersebut, didampingi oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Ketua Pembina Yayasan Rusydi Mukhtar S.Sos, para wakil rektor, Kepala LPPM Dr. Afkar M.Pd, serta sejumlah dekan dan dosen pembimbing lapangan.

Dalam sambutannya, Rektor Dr. Marwan menjelaskan bahwa rencana awal penempatan 780 mahasiswa KKM sebenarnya ditujukan seluruhnya ke Aceh Timur. Namun, situasi darurat bencana banjir di Aceh menyebabkan perubahan kebijakan yang cepat. Pihak universitas memutuskan untuk mengalihkan fokus dan menempatkan mahasiswa di wilayah Bireuen yang membutuhkan bantuan segera.

"Pelaksanaan KKM ini kita bagi dalam empat gelombang, dengan sebutan KKM Tanggap Bencana," jelas Dr. Marwan. Setiap gelombang akan berlangsung selama 20 hari. Gelombang pertama, yang dimulai hari ini (10 Desember), akan berakhir pada tanggal 30 Desember 2025.

Ketiga kecamatan yang menjadi sasaran utama kegiatan ini adalah Jangka, Peusangan, dan Peusangan Selatan. Masing-masing kecamatan memiliki empat desa dampingan. Setiap desa akan didiami oleh sekitar 15 mahasiswa.

Lokasi spesifik tersebut meliputi: Kecamatan Jangka: Desa Kuala Ceurape, Alue Bayeu Utang, Punjot, dan Cot Ara. Kecamatan Peusangan: Desa Blang Panjoe, Pante Lhong, Kapa, dan Gampong Raya Tambo. Kecamatan Peusangan Selatan: Desa Ulee Jalan, Krueng Beukah, Blang Cut, dan Lueng Kuli.

Penting untuk dicatat bahwa mahasiswa tidak diwajibkan menginap di lokasi KKM secara permanen, memungkinkan fleksibilitas dalam mobilisasi bantuan.

Rektor Marwan menekankan peran aktif mahasiswa di lapangan. Ia berharap mereka menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kondisi pasca-banjir. "Kondisi desa saat ini penuh dengan sisa lumpur dan puing-puing kayu yang terbawa arus. Mahasiswa dituntut proaktif mencari solusi bersama warga untuk membersihkan lingkungan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa peran mahasiswa adalah sebagai fasilitator dan motivator, bukan pekerja tunggal. Kolaborasi dengan warga setempat sangat esensial. Selain kegiatan fisik, Rektor mendorong agar program kerja, baik kelompok maupun mandiri, didokumentasikan dengan baik. Laporan akhir ini diharapkan memiliki kualitas akademik yang tinggi, bahkan berpotensi untuk dipublikasikan dalam jurnal kampus yang terindeks Scopus.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Rusydi Mukhtar S.Sos, memberikan wejangan penting terkait etika dan sikap. Ia berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater sebagai "kampus wakaf" dengan bersikap sopan dan santun di tengah masyarakat. Koordinasi yang intensif dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan pemerintah desa setempat menjadi kunci sukses pelaksanaan KKM ini.

Setelah upacara pelepasan, seluruh pimpinan universitas dan panitia KKM mengantarkan para mahasiswa ke kantor camat masing-masing wilayah penempatan. Selanjutnya, pihak camat secara simbolis menyerahkan peserta KKM kepada kepala desa terkait.

Ketua Panitia KKM sekaligus Kepala LPPM Umuslim, Dr. Afkar M.Pd, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian kegiatan awal berjalan lancar sesuai rencana. (jibro/red).
Komentar

Tampilkan

  • Ratusan Mahasiswa Universitas Almuslim Bireuen Diterjunkan dalam KKM Tanggap Bencana di Tiga Kecamatan Terdampak Banjir
  • 0

Terkini

Iklan

Close x