Aceh Utara I Gebrak24.com – Memasuki awal tahun 2026, SMA Negeri 1 Matangkuli fokus mempercepat pemulihan pendidikan bagi siswanya. Sebanyak 500 paket bantuan pendidikan (school kits) disalurkan kepada para siswa yang terdampak banjir besar pada periode November-Desember 2025 lalu. Penyerahan bantuan ini berlangsung khidmat di lingkungan sekolah pada Senin (12/01/2026).
Aksi solidaritas ini berhasil menghimpun dukungan dari berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintah, sektor swasta, hingga individu. Beberapa kontributor utama di antaranya: Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan bantuan sebesar Rp20 juta yang diperuntukkan bagi kebutuhan mushalla sekolah. Pertamina Hulu Energy (PHE) menyalurkan bantuan senilai Rp10 juta serta 30 unit tas sekolah. Lembaga Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia Aceh menyumbangkan 30 pasang pakaian seragam dan tumbler. Balai Guru dan Tenaga Kependidikan turut memberikan bantuan berupa pakaian seragam, tas, dan alat tulis.
Selain itu, Partner Berbagi Banda Aceh menyalurkan 20 paket tas dan alat tulis, pengusaha Ismail Rasyid (Trans Continent) memberikan bantuan sebesar Rp5 juta, bantuan masyarakat melalui organisasi siswa di sekolah sebesar Rp3,6 juta, serta dukungan dari guru dan alumni sebesar Rp2 juta. Seluruh bantuan tersebut dikonversi menjadi school kits yang mencakup pakaian seragam, tas, sepatu, buku, alat tulis, serta perlengkapan mushalla, sehingga tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan mendasar peserta didik.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Senin (12/01/2026) di lingkungan SMA Negeri 1 Matangkuli. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan donatur, Jefri dari Pertamina Hulu Energy, serta Pengawas Sekolah Saifullah Yusuf, M.Pd., sebagai representatif Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara
Kepala SMAN 1 Matangkuli, Khairuddin, S.Pd., M.Pd., memastikan bahwa seluruh bantuan tersebut telah dikonversi secara transparan menjadi kebutuhan mendasar siswa, seperti sepatu, seragam, buku, hingga alat tulis.
"Kami mengelola bantuan ini secara akuntabel dan terbuka agar tepat sasaran bagi para penyintas. Terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli terhadap masa depan pendidikan anak-anak kami," ujar Khairuddin.
Perwakilan PHE, Jefri, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan motivasi agar warga sekolah tidak larut dalam duka pascabencana. Ia mendorong aksi nyata mitigasi seperti reboisasi demi menjaga kelestarian alam di masa depan.
Senada dengan itu, Pengawas Sekolah dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Saifullah Yusuf, M.Pd., menekankan pentingnya resiliensi (ketangguhan). Menurutnya, bencana harus dijadikan pelajaran untuk membentuk karakter siswa yang pantang menyerah.
Saat ini, SMA Negeri 1 Matangkuli telah kembali melaksanakan pembelajaran secara normal. Seluruh kelas telah aktif belajar, meskipun beberapa di antaranya masih harus belajar secara lesehan akibat kerusakan kursi dan meja yang terdampak banjir. Selain itu, pembelajaran kokurikuler diarahkan pada tema kebencanaan sebagai bagian dari proses pemulihan (recovery) pascabencana sekaligus upaya mitigasi untuk menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (tim/red).



