Eksklusifitas Buka Puasa PHE NSO Tuai Protes, Polda Aceh Didesak Audit Anggaran Publikasi Ratusan Juta
0 menit baca
Lhokseumawe I Gebrak24.com – Agenda buka puasa bersama yang digelar Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO) di sebuah hotel di Lhokseumawe, Jumat (7/3/2026), berakhir ricuh dengan gelombang kritik. Perusahaan migas tersebut dinilai melakukan praktik "pilih kasih" terhadap awak media di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara.
Acara yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi justru memicu ketegangan. Pasalnya, undangan hanya disebar secara terbatas kepada segelintir wartawan, sementara ratusan jurnalis lokal lainnya merasa diabaikan dan dianaktirikan.
“Kami merasa ada diskriminasi. Padahal perusahaan energi lain seperti Pema Global Energi (PGE) dan Perta Arun Gas (PAG) biasanya merangkul semua wartawan secara terbuka,” ujar salah satu jurnalis Aceh Utara yang hadir di lokasi untuk memantau situasi.
Kekecewaan memuncak saat acara berakhir. Sejumlah wartawan yang datang tanpa undangan resmi menyampaikan protes keras karena merasa dibedakan dalam hal pemberian biaya transportasi dan paket sembako. Situasi sempat memanas di dalam ruangan sebelum akhirnya diredam oleh pihak panitia.
Menanggapi polemik yang berulang setiap tahun ini, wartawan senior dari lintasberitaindonesia.com, Muhazir, meminta aparat penegak hukum turun tangan. Ia mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh untuk mengaudit transparansi pengelolaan anggaran publikasi di PHE NSO.
“Kami meminta Polda Aceh segera mengaudit anggaran publikasi PHE NSO yang mencapai ratusan juta rupiah. Pengelolaannya harus transparan agar tidak muncul kecurigaan adanya 'permainan' yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu,” tegas Muhazir.
Nada serupa disampaikan oleh Thaifuri dari Buser.siaga.com. Sebagai jurnalis yang bertugas di wilayah timur Aceh Utara, ia merasa akses informasi dan kemitraan sengaja ditutup.
“Yang diundang hanya itu-itu saja. Jika ada anggaran publikasi yang besar, harusnya dirasakan secara adil, bukan eksklusif. Kami ingin aparat mengusut ketidakterbukaan ini,” pungkas Thaifuri.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen PHE NSO belum memberikan klarifikasi resmi terkait protes para kuli tinta tersebut maupun tuntutan audit anggaran yang dilayangkan. (tim/red)


