Kedatangan tim akademisi ini diterima langsung oleh Plt. Sekda Aceh Utara, H. Jamaluddin, S.Sos, M.Pd, di Pendopo Bupati Aceh Utara pada Rabu (14/1/2026). Program ini merupakan bagian dari aksi serentak nasional yang mencakup tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
Plt. Sekda Aceh Utara, H. Jamaluddin, kepada media ini, Sabtu (17/1/2026) menjelaskan bahwa pendataan akan difokuskan pada desa-desa sampel di tiga kecamatan kunci, yakni Lapang, Dewantara, dan Samudera
"Kehadiran mahasiswa STIS sangat krusial untuk memastikan validitas data. Hasil dari pendataan R3P dan Sensus Ekonomi ini akan menjadi acuan strategis pemerintah dalam mempercepat distribusi bantuan dan program pemulihan agar lebih presisi serta tepat sasaran," tegas Jamaluddin.
Kehadiran mahasiswa Polstat STIS yang memiliki keahlian khusus di bidang statistika diharapkan mampu mempercepat pengolahan data berbasis digital. Hal ini selaras dengan kebutuhan pemerintah akan data berkualitas sebagai fondasi rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur serta ekonomi warga.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Utara, Armelia Amri, S.ST, M.Si,menyambut baik pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Politeknik Statistika (Polstat) STIS di wilayah Aceh Utara. Ia menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah.
"Semoga dengan adanya kegiatan PKL yang sedang melaksanakan pendataan dalam rangka mendukung kebijakan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Sumatera, khususnya di Aceh Utara," ujar Armelia Amri
Lebih lanjut, ia menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan terkait untuk memberikan dukungan penuh selama para mahasiswa menjalankan tugasnya di lapangan.
"Kami berharap semua pihak dan masyarakat dapat mendukung kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan lancar dan mencapai target yang diharapkan," tambahnya. (tim/red).



