BREAKING NEWS

Sopian Adami,SH : Pemerintah Pusat Harus Serius lanjutkan Pengembangan KEK Arun Lhokseumawe

Sopian Adami,SH

Medan I Gebrak24.com -Pemerintah pusat harus serius melanjutkan  pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe agar bisa meluncur pada 2026 ini.

"Masyarakat Aceh sangat mengharapkan keseriusan pemerintah pusat dan daerah melanjutkan pengembangan KEK Arun Lhokseumawe," ujar Sopian Adami,SH, pemerhati ekonomi  saat berbicara kepada media ini di Medan, Kamis 12/2/2026.

KEK Arun Lhokseumawe yang berlokasi di wilayah Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh ini sudah diresmikan oleh Presiden ketujuh Joko Widodo pada 18 Desember 2018 silam atau sekitar 7 tahun lalu. Namun, kini baru rencana pengembangannya.

Seperti diketahui  pada 2025-2026 pengembangannya difokuskan pada peningkatan investasi, hilirisasi industri  serta penambahan kawasan baru dalam upaya mendorong  percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. 

"Masyarakat Aceh sangat mendambakan  percepatan pengembangan KEK Arun Lhokseumawe yaitu salah satu dari 25 KEK lainnya di Indonesia. Sebab, pengembangan KEK Arun akan mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh sekaligus menyerap puluhan ribu tenaga kerja," kata Sopian Adami yang juga pengacara kondang ini.

Dalam hal ini Sopian Adami juga meminta Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf alias Mualem perlu "menjemput bola" ke pemerintah pusat untuk percepatan pengembangan KEK Arun yang sangat didambakan masyarakat Aceh selama ini.

Seperti diketahui beberapa poin utama rencana kelanjutan KEK Arun Lhokseumawe dan KEK secara umum per 2025-2026 yakni pertama Rencana Umum Pengembangan KEK (2025-2026) dan penambahan KEK Baru

Bahkan terbetik berita, pemerintah merencanakan penambahan 6 KEK baru di berbagai daerah yang ditargetkan ditetapkan pada tahun 2026.  Potensi investasinya mencapai Rp300 triliun. 

Sopian menambahkan, masyarakat Aceh sangat mengharapkan agar pengembangan KEK Arun  menjadi prioritas utama. Artinya jangan sampai  sempat tertunda lagi.

Dia menilai pengembangan KEK Arun akan membawa dampak luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi Aceh dengan munculnya aneka industri kecil lainnya. Apalagi sebelumnya di kawasan KEK Arun sekarang sebelumnya pernah beroperasi PT Arun NGL & Co Lhokseumawe Aceh.

Menurut informasi kata Sopian kelanjutan KEK Arun Lhokseumawe merupakan salah satu dari 25 KEK yang sedang berkembang dan berfokus pada industri energi, pengolahan (manufacturing), dan logistik.

"Itu sebabnya masyarakat Aceh sangat berharap kepada pemerintah pusat dn daerah agar mengupayakan KEK Arun Lhokseumawe bisa meluncur pada 2026 seperti halnya beberapa KEK lainnya di tanah air kita," papar Sopian Adami.

Berdasarkan data lanjut Sopian,.KEK Arun Lhokseumawe di Aceh  seluas 1.500-2.600 Ha memiliki potensi strategis sebagai pusat energi, petrokimia, dan logistik di jalur pelayaran internasional Selat Malaka. 

"Tak hanya itu, tokoh masyarakat maupun DPRA Aceh dan DPR-RI supaya mendorong pemerintah pusat mempercepat pengembangan KEK Arun Lhokseumawe yang selama ini terkesan lamban," pinta Sopian Adami

Berbasis pada eks-kilang LNG, KEK Arun ini memproyeksikan investasi USD 3,8 miliar dan pengembangan industri hijau (ammonia) serta agroindustri, yang diproyeksikan mampu menyerap 40.000 tenaga kerja. (bay)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image