BREAKING NEWS


 

Senjakala Medan Zoo: Keheningan Hari Libur di Tengah Menyusutnya Koleksi Satwa


Medan I Gebrak24.com — Deru mesin sepeda motor pedagang siomay dan batagor terdengar jelas di area parkir Medan Zoo, Simalingkar, Senin (23/3/2026). Tak ada keriuhan loket atau antrean panjang keluarga yang biasanya memadati objek wisata kebanggaan warga Medan ini saat hari libur. Di balik gerobaknya, para pedagang menatap nanar ke arah gerbang yang sepi, potret nyata sebuah destinasi yang tengah kehilangan denyut nadinya.

Kondisi Medan Zoo saat ini bukan sekadar persoalan musiman. Penelusuran menunjukkan bahwa tren penurunan kunjungan telah terjadi secara konsisten, terutama sejak tahun 2019. Berkurangnya koleksi satwa ikonik dan minimnya pemeliharaan prasarana menjadi faktor utama yang menjauhkan masyarakat dari kebun binatang ini.

Prasarana yang "Lelah"

Aspek Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) di Medan Zoo tampak tertinggal oleh zaman. Akses jalan menuju lokasi di kawasan Simalingkar sering kali dikeluhkan karena kualitas perkerasan yang tidak merata dan minimnya penerangan jalan umum (PJU). Di dalam area, fasilitas dasar seperti toilet, mushola, hingga pagar pembatas kandang terlihat kusam dan kurang terawat.

"Wisatawan sekarang sangat selektif. Jika akses jalan (PSU) sulit dan fasilitas di lokasi tidak memberikan kenyamanan, mereka akan mencari substitusi lain seperti mal atau taman kota yang lebih modern," ujar seorang pengamat tata kota di Medan.

Kehilangan "Jiwa" Budaya

Lebih dari sekadar persoalan teknis, Medan Zoo dinilai sedang mengalami krisis identitas atau Wisata Tanpa Budaya. Sebagai aset daerah, kebun binatang ini seharusnya menjadi etalase kearifan lokal Sumatera Utara dalam menjaga alam. Namun, absennya narasi budaya (storytelling) dan jarangnya atraksi seni rutin membuat pengalaman berkunjung terasa hambar dan monoton.

Semangat "Pamong"—etika pengasuhan dan pelayanan publik dalam menjaga aset negara—seolah memudar. Tanpa inovasi yang mengakar pada budaya lokal, Medan Zoo hanya menjadi deretan kandang besi yang sunyi, kehilangan kemampuannya untuk mengedukasi sekaligus menghibur.

Koleksi Satwa yang Menyusut

Data menunjukkan bahwa sejak 2019, koleksi hewan di Medan Zoo terus berkurang. Kematian beberapa satwa besar tanpa adanya langkah regenerasi yang cepat menciptakan kekosongan daya tarik. Pengunjung yang datang sering kali pulang dengan rasa kecewa karena melihat banyak kandang yang kosong atau dihuni oleh satwa yang tampak lesu.

"Dulu harimaunya banyak, sekarang lihat sendiri. Kalau koleksinya makin sedikit, orang malas datang jauh-jauh ke sini," ujar salah satu pedagang di lokasi yang sudah berjualan selama bertahun-tahun.

Menanti Revitalisasi Total

Keheningan di hari libur ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kota Medan dan pengelola. Dibutuhkan langkah berani untuk melakukan revitalisasi total, yang tidak hanya berfokus pada penambahan koleksi satwa, tetapi juga perbaikan PSU secara menyeluruh dan penguatan kembali narasi budaya lokal. Tanpa langkah konkret, Medan Zoo terancam hanya akan menjadi kenangan dalam sejarah pariwisata Sumatera Utara—sebuah ruang publik yang luas, namun mati dalam keheningan panjang. (tim/red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar