Korban Banjir Samudera Aceh Utara Tagih Janji Bantuan Stimulan, Warga: Sudah Berbulan-bulan Kami Menunggu
Aceh Utara I Gebrak24.com – Para penyintas banjir di Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, mulai menyuarakan keluhan terkait dana bantuan stimulan pascabanjir yang hingga kini tak kunjung cair. Meski pendataan kerusakan telah rampung dilakukan sejak lama, warga mengaku belum mendapatkan kepastian kapan dana tersebut akan disalurkan.
Keterlambatan ini dinilai sangat menghambat proses pemulihan ekonomi warga. Sebagian besar korban banjir kehilangan harta benda dan modal usaha saat bencana melanda, sehingga sangat bergantung pada bantuan pemerintah untuk bangkit.
Salah seorang masyarakat setempat, H. M. Yusuf Hasan, menyampaikan kekecewaan mendalam atas ketidakjelasan jadwal penyaluran bantuan tersebut. Menurutnya, dana tersebut sangat mendesak untuk perbaikan tempat tinggal dan kebutuhan pokok.
"Kami sudah menunggu berbulan-bulan sejak air surut. Namun, sampai sekarang belum ada kepastian kapan bantuan akan disalurkan," ujar H. M. Yusuf kepada awak media, Rabu (29/4/2026).
Yusuf mencontohkan dampak nyata yang dialami warga, seperti yang terjadi di Gampong Blang Pria Geudong. Usaha doorsmeer 53 dan kafe miliknya mengalami rusak parah dan belum bisa beroperasi secara normal karena terkendala biaya perbaikan.
Ia menaksir kerugian material yang dialaminya mencapai Rp200 juta, mencakup kerusakan infrastruktur bangunan, mesin pompa, peralatan doorsmeer, hingga perabotan yang hancur terendam air.
"Kondisi di lapangan menunjukkan banyak warga terpaksa menggunakan fasilitas seadanya. Pemulihan berjalan lambat karena kami tidak punya modal untuk memperbaiki kerusakan. Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan," tambahnya.
Menyikapi kondisi ini, H. M. Yusuf mendesak dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk bersikap transparan mengenai kendala yang menyebabkan bantuan tersebut mandek. Ia berharap proses birokrasi yang rumit tidak menjadi penghalang bagi hak para korban bencana.
"Kami minta pemerintah jujur apa kendalanya. Jangan sampai administrasi yang berbelit justru menghambat kami yang sedang berjuang bangkit dari keterpurukan," tegas Yusuf.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah nyata dari pemerintah daerah agar proses pemulihan pascabanjir di Kecamatan Samudera tidak semakin berlarut-larut. (tim/ops/mi)




