Aceh Utara Dapat Anggaran Rehab-Rekon, Pemkab dan Satgas Pusat Pacu Pemulihan Pascabencana
Aceh Utara I Gebrak24.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara mempercepat pemulihan pascabencana dengan menggelar koordinasi intensif bersama Tim Satgas Pemulihan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (PRR) Pusat. Pertemuan krusial untuk sinkronisasi data dan percepatan infrastruktur ini berlangsung di Ruang Oproom Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon, Selasa (23/6/2026).
Langkah taktis ini menjadi momentum besar bagi Aceh Utara. Pasalnya, pemerintah pusat melalui Presiden RI Prabowo Subianto telah menyetujui alokasi anggaran program rehab-rekon raksasa sebesar Rp 100,1 triliun untuk periode 2026–2028 yang mencakup wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Asisten I Setdakab Aceh Utara, Dr. Fauzan, S.STP, MPA, yang mewakili Bupati, menegaskan bahwa kehadiran Tim Satgas PRR Pusat sangat krusial untuk menyelaraskan langkah di lapangan.
"Kehadiran tim ini merupakan momentum penting agar pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan terarah," ujar Fauzan.
Satgas PRR Aceh, Dr. Drs. Imran, M.Si, MA.Cd, menginstruksikan jajaran pemda untuk mengelola data rehab-rekon secara terintegrasi dan akurat dari tingkat daerah hingga pusat demi menghindari ketimpangan informasi.
"Kami meminta data riil mengenai penanganan kerusakan lahan sawah agar segera diverifikasi untuk percepatan penanganan," tegas Imran.
Terkait pembiayaan daerah, Kepala BPKD Aceh Utara, Nazar Hidayat, SE, MA, memastikan transparansi anggaran penanganan bencana. Aceh Utara telah menerima dana hibah dari tiga daerah mitra, yaitu Kabupaten Simalungun, Kota Padang, dan Kota Pariaman.
Seluruh administrasi keuangan tersebut dipastikan mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 17 Tahun 2026 tentang Perubahan Keempat atas APBD 2026.
Dalam sesi teknis, sejumlah instansi memaparkan perkembangan pemulihan di lapangan, diantaranya Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Aceh Utara telah memetakan progres penanganan lahan sawah terdampak berdasarkan kategori kerusakan ringan, sedang, hingga berat.
Kemudian, Kepala UPI D.I Jambo Aye BWS Sumatera I, Setia Budi, ST, MT, melaporkan perbaikan jaringan irigasi di empat sub-Daerah Irigasi (DI), termasuk saluran sekunder Sub-DI Mon Sukon dan jaringan induk Lhoksukon.
Selanjutnya, Pasi Intel Kodim 0103/Aceh Utara, Lettu Inf Feriadi, melaporkan jembatan darurat (bailey), jembatan gantung, dan jembatan beton tahap kedua telah diresmikan. Sisa proyek masih dipacu di medan yang menantang.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh unsur TNI/Polri, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta perwakilan BWS Sumatera I. Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk memangkas hambatan administratif agar seluruh proyek fisik di lapangan selesai tepat waktu. ***