Luar Biasa! Masjid Al-Khalifah Ibrahim Matangkuli Himpun Rp318 Juta untuk Santunan Anak Yatim
Aceh Utara I Gebrak24.com – Pengurus dan Remaja Masjid Besar Al-Khalifah Ibrahim Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, kembali sukses menggelar agenda tahunan santunan dan jamuan makan anak yatim, Kamis (25/6/2026). Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah ini berhasil mengumpulkan donasi fantastis mencapai Rp318.257.000 dari 1.117 donatur.
Tradisi mulia yang telah mengakar selama 37 tahun sejak 1989 ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi, Camat, unsur Muspika Kecamatan Matangkuli, serta para Geuchik (Kepala Desa) setempat.
Tahun ini, panitia menyalurkan santunan kepada 286 anak yatim berusia 15 tahun ke bawah (maksimal jenjang SMP/sederajat) dari 49 gampong di Kecamatan Matangkuli. Angka ini meningkat dibanding tahun lalu yang berjumlah 272 anak.
Berkat lonjakan donasi, manfaat yang diterima setiap anak juga bertambah signifikan. Masing-masing anak mendapatkan uang tunai Rp1.000.000 (naik dari tahun lalu sebesar Rp850.000) dan bingkisan berupa satu lembar kain sarung berkualitas.
Momen paling menyentuh dalam pergelaran tahun ini adalah hadirnya para alumni penerima santunan masa lalu yang kini sukses dan berbalik menjadi donatur baru
"Di antara 1.117 penyumbang, ada nama-nama yang 10 hingga 20 tahun lalu berada di dalam barisan anak yatim penerima santunan. Hari ini, mereka sudah sukses menjadi pengusaha, dokter, dan profesi lainnya. Mereka tidak lupa dan berbalik membantu anak-anak yang senasib dengan mereka dulu," ujar perwakilan panitia, Ja'far Sulaiman, dengan nada haru.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari sinergi kuat masyarakat lokal, perantau, hingga diaspora Matangkuli di Malaysia. Kontribusi besar datang dari Forum Geuchik yang mengalokasikan sumbangan khusus sebesar Rp1.000.000 melalui APBG di masing-masing 49 gampong.
Panitia juga mengapresiasi Mantan Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib, H. Salahuddin (Toko Mas Hidup Damai Baru), serta Keluarga Besar Bazla Group & Kana Foto yang menyumbang 280 lembar kain sarung.
Tgk. Ja'far menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama acara, termasuk kelapangan dada warga jika terganggu dengan pengumuman daftar penyumbang usai salat Zuhur. Menurutnya, hal itu merupakan komitmen transparansi mutlak dalam mengelola uang umat.
Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, menyampaikan bahwa momentum 10 Muharram menyimpan banyak pelajaran tentang kesabaran, pengorbanan, dan pentingnya berbagi.
"Tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai keagamaan dan solidaritas sosial. Anak yatim memiliki kedudukan mulia dalam Islam, dan perhatian terhadap mereka adalah tanggung jawab bersama," ujar Tarmizi.
Tarmizi menekankan bahwa kepedulian tidak boleh berhenti pada materi, melainkan harus menyentuh aspek kasih sayang, pendidikan, dan pendampingan berkelanjutan demi masa depan daerah. Kepada anak-anak yatim, ia berpesan agar tetap semangat mengejar impian, rajin belajar, beribadah, serta menghormati orang tua dan guru.
Pemkab Aceh Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program sosial keagamaan seperti ini.
"Pembangunan yang sesungguhnya tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berakhlak, berilmu, dan berlandaskan nilai Islam. Mari jadikan momentum ini untuk membangun semangat gotong royong mewujudkan Aceh Utara Bangkit," pungkas Tarmizi. (tim/red)
