BREAKING NEWS

Pahlawan Sunda Kelapa 'Fatahillah' dari Pasai, Disebut Keturunan ke-23 Nabi Muhammad SAW dari Syarif Hadhramaut

FATAHILLAH

Jakarta (Gebrak24.com) — Fadhillah atau Fatahillah dikenal sebagai pahlawan yang merebut Sunda Kelapa dari tangan Portugis  pada tahun 1527. Namun di balik gelar kepahlawanan itu, nasabnya masih jadi bahasan sejarawan dan ahli nasab. 

Fatahillah disebut sebagai syarif Hadhramaut, keturunan Al-Imam Al-Muhajir Ahmad bin Isa. Di Indonesia, istilah “syarif” lebih populer disebut “habib” oleh orang Betawi hingga — sekarang.


1. Nama Asli dan Kelahiran  


Berdasarkan disertasi Abu Bakar al-Mascati “Ketika Pasai Menaklukkan Majapahit”, Fatahillah lahir di Pasai tahun 1471 M dengan nama Maulana Fadhillah.

Gelar “Maulana” disematkan karena ia keturunan Nabi Muhammad SAW dari golongan sayyid/syarif/habib.


Nama ayahnya Mahdar Ibrahim Patakan bin Abdul Ghofur, Mufti Kesultanan Pasai yang alim di bidang nahwu, sharaf, balaghah, fiqih, usul fiqih, tafsir, hadits, dan tasawuf.

Oleh karena keilmuannya, Mahdar Ibrahim bergelar Sayyid Kamil. Ibunya Syarifah Siti Musalimah binti Maulana Ishak.


Saat tinggal di Nasrabat, India, Fadhillah dianjurkan memakai marga keluarga Azmatkhan. Namanya jadi Fadhillah Azmatkhan, tapi lebih populer sebagai Fadhillah Khan. Orang Portugis melafalkannya “Falatehan”.


2. Silsilah Fatahillah ke Nabi Muhammad SAW 


Sejarawan Sunda Saleh Danasasmita dalam bab “Surawisesa” mencatat Fatahillah adalah putra Mahdar Ibrahim.

Menurut catatan ini selaras dengan Kitab Sejarah Melayu “Sulalatus Salatin” karya Tun Sri Lanang dan catatan keturunan Syekh Jumadil Kubro di Malaysia, Cirebon, Banten, Palembang. Catatan itu diakui Rabithah Fatimiyyah/Nakabah Azmatkhan.


Silsilah Fatahillah ke-23 dari Nabi:  

Fadhillah/Fatahillah bin Mahdar Ibrahim Patakan bin Abdul Ghafur bin Barokat Zainul Alam bin Jamaludin Husein Al-Akbar bin Ahmad Syah Jalaludin bin Abdullah Azmatkhan bin Abdul Malik Azmatkhan bin Alwi Ammu Faqih bin Muhammad Shahib Marbath bin Ali Qoli’u Qosam bin Alawi Tsani bin Muhammad bin Alawi Awal bin Ubaidillah/Abdullah bin Al-Imam Al-Muhajir Ahmad bin Isa bin Muhammad Anakib bin Ali ‘Uraidi bin Ja’far Sidiq bin Muhammad Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali Murtadla dan Fatimah Az-Zahra binti Muhammad SAW.


3. Fatahillah dan Syarif Hidayatullah/Sunan Gunung Jati  


Dr Muhammad Hasan Al-Aydrus mengutip Makhthuthah Asy-Syarif Ahmad bin Abdullah As-Saqqaf menyebut nasab Syarif Hidayatullah:  Syarif Hidayatullah bin Umdatuddin bin Ali Nurul Alim bin Jamaludin Husein bin Ahmad Syah Jalaludin... dst sampai Nabi SAW.


Dari dua silsilah itu, Fatahillah dan Syarif Hidayatullah bertemu di Jamaludin Husein bin Ahmad Syah Jalaludin. Artinya keduanya sosok berbeda tapi satu kakek buyut.


4. Perdebatan Ahli Nasab 


Tidak semua ahli nasab sepakat. Habib Alidin, eks Naqabatul Asyraf dan Al-Maktab Ad-Daimi Rabithah Alawiyah, menyatakan dalam kajian nasab Alawiyin, nasab Fatahillah masih “misterius”. Tapi kajian nasab Alawiyin lain dan bukti dari sejarawan Aceh Cut Haslinda menjelaskan gamblang silsilah di atas.


5. Asal Gelar “Fatahillah”  


Setelah menaklukkan Portugis di Sunda Kelapa, Fadhillah Khan digelari Fatahillah. Pakar bahasa Arab Dr Nuruddin Ali Muhtarom bilang kata “Fatahillah” tidak dikenal dalam tata bahasa Arab.

Kemungkinan asalnya Fatahallah = “semoga Allah membebaskan” atau Iftahillah = “bebaskanlah ya Allah”.


Pendapat kedua lebih kuat karena lidah Melayu sulit mengucap “if”, lalu berubah jadi “Fatah”.



Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image