Ribuan Jamaah Hadiri Dakwah Islamiyah Majelis Peudada Bireuen Meusaboeh Sambut 1 Muharram 1448 H
0 menit baca
BIREUEN I Gebrak24.com – Semangat kebersamaan dan kekeluargaan mewarnai peringatan menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1448 H di Kecamatan Peudada. Momentum ini diperingati melalui kegiatan Dakwah Islamiyah dan Khanduri Bersama yang digagas oleh Majelis Peudada Bireuen Meusaboh pada Senin malam (22/06/2026).
Acara yang dimulai pukul 21.00 WIB ini berlangsung khidmat. Lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh Tgk Ramadhan S.Pd dan selawat nabi membuka jalannya acara. Lebih dari seribuan jamaah dari puluhan gampong di wilayah Peudada tampak memadati lokasi kegiatan.
Pimpinan Dayah Nurul Islam sekaligus Imuem Chik Masjid Baitunnur Peudada, Abu Kamaruzzaman, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk terus mempererat ukhuwah Islamiyah. Menurutnya, kegiatan keagamaan harus menjadi sarana komunikasi untuk memperkuat persatuan umat di tengah perkembangan zaman.
Apresiasi tinggi juga datang dari Camat Peudada, Erry Seprinaldi. Ia berharap kegiatan dakwah dan kebersamaan seperti ini dapat terus dilestarikan.
"Kehadiran ribuan masyarakat malam ini adalah energi semangat kebangkitan. Agenda seperti ini adalah sebuah kemuliaan yang perlu dilestarikan dalam menyambut hari besar Islam maupun nasional. Ini sejalan dengan tradisi, adat, dan budaya Aceh yang turun-menurun," ujar Erry.
Puncak acara diisi oleh tausiah dari ulama kondang, Al Mukarram Tgk. Asnawi Arakundo. Dalam ceramahnya, Mubaligh asal Aceh Timur ini mengajak jamaah untuk meningkatkan keimanan dan menjauhi penyakit hati. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan serta memakmurkan masjid.
"Minimal kita harus mengikuti pengajian majelis taklim seminggu sekali untuk menuntut ilmu Tauhid, Fikih, dan Tasawuf. Baik itu di masjid, meunasah, maupun dayah yang ada di Peudada," pesan Tgk Asnawi.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu bersyukur, ikhlas, dan sabar dalam menghadapi segala ketetapan Allah, termasuk cobaan bencana alam.
"Kita harus mengambil hikmah dari setiap teguran-Nya, seperti musibah banjir bandang dan longsor yang sempat menimpa wilayah Peudada pada 26 November 2025 lalu," tambahnya.
Ketua Panitia, Muntasir, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari aspirasi dan masukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, hingga pemuda. Semua pihak berkolaborasi di bawah payung Majelis Masyarakat Peudada Meusaboh.
"Kegiatan ini adalah upaya bersama untuk merajut persatuan, mempererat tali silaturahmi, serta menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat," pungkas Muntasir. (rls/red)
