Akses Alternatif Lintas Medan-Banda Aceh, Warga Peusangan Siblah Krueng Masih Andalkan Jembatan Darurat
0 menit baca
BIREUEN I Gebrak24.com – Pascabencana banjir bandang yang merusak infrastruktur di Kabupaten Bireuen, masyarakat di kawasan Kecamatan Peusangan Siblah Krueng hingga kini masih harus mengandalkan jembatan darurat untuk mobilitas sehari-hari. Jembatan darurat di atas Sungai Krueng Peusangan tersebut dibangun secara swadaya agar aktivitas ekonomi warga tidak lumpuh total. [1]
Saat ini, Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen tengah melakukan perbaikan intensif terhadap sejumlah sarana jalan dan jembatan yang hanyut terbawa arus. Proses perawatan dan perbaikan ini juga sedang berjalan pada Jembatan Kuta Blang serta jembatan penghubung di kawasan Peusangan Selatan.
Mengingat kondisinya yang terbatas, jembatan darurat di Sungai Krueng Peusangan ini hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua. Bagi warga yang melintas menggunakan sepeda motor, dikutip biaya swadaya sebesar Rp5.000 per sekali melintas.
Sementara itu, untuk kendaraan roda empat atau lebih belum bisa melewati jembatan tersebut. Mobil pengangkut maupun kendaraan pribadi terpaksa menyeberangi sungai dengan menggunakan jasa getek (rakit penyeberangan).
Meskipun infrastruktur utama belum pulih total, distribusi hasil pertanian dan perkebunan menuju Kota Bireuen maupun Kota Matanggeulimpangdua (Kecamatan Peusangan) dilaporkan tetap berjalan lancar. Warga Gampong di Peusangan Siblah Krueng memanfaatkan sejumlah jalur alternatif untuk bisa tembus ke kawasan Lhung Danen maupun ke Jalan Raya Lintas Medan - Banda Aceh.
"Selama Jembatan Kuta Blang di jalan nasional masih dalam tahap perbaikan, arus lalu lintas dari arah barat (Banda Aceh) menuju timur (Medan, Sumatera Utara) dialihkan melalui jalan gampong, salah satunya lewat Lhung Danen di Peusangan Siblah Krueng ini," ungkap seorang warga setempat berinisial RJ kepada tim media.
Masyarakat berharap proses perbaikan jembatan permanen oleh pemerintah dapat segera rampung agar akses transportasi dan urat nadi perekonomian warga kembali normal sepenuhnya. (rj/ops/mi)
