Talkshow "Peutrang Mata" di Cafe Fora: Merawat MoU Helsinki untuk Pembangunan Aceh Utara
Aceh Utara I Gebrak24.com – Badan Reintegrasi Aceh (BRIK) Kabupaten Aceh Utara menggelar kegiatan bertajuk Talkshow Peutrang Mata dengan tema "Bangkitkan Sinergi Memajukan Aceh Utara Melalui Implementasi Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki". berlangsung di Cafe Fora, Lhoksukon, Kamis (6/8/2026).
Acara yang dihadiri oleh 100 peserta ini bertujuan untuk membangkitkan kembali sinergi dalam membangun Aceh Utara melalui implementasi butir-butir MoU Helsinki.
Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Fadhil Auliya Farisky, yang merupakan Juara Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kabupaten Aceh Utara. Jalannya diskusi dipandu oleh Juanda, seorang Pemuda Pelopor Aceh Utara yang bertindak sebagai moderator.
Talkshow "Peutrang Mata" ini menghadirkan dua pemateri utama yang mengupas tuntas tantangan dan peluang implementasi MoU Helsinki di era sekarang, yaitu Dr. Rizqi Wahyudi dan Nazaruddin, M.Ag. Melalui forum ini, para peserta yang didominasi oleh elemen masyarakat dan pemuda diharapkan dapat lebih memahami hak dan kewajiban daerah dalam bingkai kekhususan Aceh.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, Mawardi M. Dalam sambutannya, Mawardi menekankan pentingnya komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengawal dan merealisasikan poin-poin perdamaian demi kesejahteraan Aceh Utara.
Kegiatan ini menghadirkan Anggota DPRK Aceh Utara, Mawardi M., yang memberikan sambutan sekaligus pandangannya terkait pentingnya konsistensi dalam menjalankan poin-poin kesepakatan perdamaian tersebut demi kemajuan daerah.
Ia menyampaikan bahwa MoU Helsinki bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan landasan utama pembangunan Aceh yang harus terus dirawat dan diwujudkan dalam bentuk program nyata, khususnya di Aceh Utara.
"Sinergi antar seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan tokoh-tokoh Aceh menjadi kunci utama agar nilai-nilai perdamaian dan keadilan yang tertuang dalam MoU Helsinki dapat dirasakan manfaatnya secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di Aceh Utara," ujarnya.
Perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Utara, Iskandar,SE menyampah apresiasi tinggi terhadap inisiatif Badan Reintegrasi Aceh (BRA) dalam menyelenggarakan forum diskusi kolaboratif. Ia menilai kegiatan ini sangat strategis dalam membangun kesepahaman bersama demi masa depan daerah.
Menurutnya, forum diskusi ini menjadi ruang yang sangat produktif untuk melahirkan berbagai gagasan konstruktif. Ide-ide tersebut dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga dan elemen masyarakat.
"Kegiatan ini menjadi ruang produktif untuk melahirkan gagasan-gagasan konstruktif dalam memperkuat kolaborasi demi terwujudnya Aceh Utara yang damai, inklusif, dan berkeadilan," ujar Iskandar.
Lewat forum ini, Kesbangpol berharap sinergi yang terbangun dapat terus menjaga stabilitas politik, mempererat kerukunan, serta memastikan seluruh lapisan masyarakat terlibat aktif dalam merawat perdamaian di Aceh Utara. (tim/red)
