Aceh Utara I Gebrak24.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Aceh Utara memastikan proses pembersihan material sampah akibat banjir di sembilan kecamatan telah tuntas dilakukan. Langkah taktis ini diambil guna menjamin kesehatan warga serta memulihkan estetika ruang publik pasca-bencana.
Petugas kebersihan difokuskan untuk menyisir area pasar tradisional dan fasilitas umum yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko penularan penyakit serta menghilangkan bau tidak sedap dari tumpukan sampah yang terbawa arus.
Plt. Kepala Dinas LHK Aceh Utara, Saiful Fata, ST, dalam keterangannya kepada media ini, Jum'at (1/1/2025) mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menerjunkan armada pengangkut sampah dan alat berat sesaat setelah debit air surut. Menurut Saiful, pengerahan alat berat diperlukan untuk mengevakuasi material sampah berukuran besar atau tumpukan lumpur sisa - sisa banjir agar lingkungan segera bersih
"Tim lapangan kami telah menyelesaikan pembersihan di sembilan kecamatan terdampak. Fokus utama adalah area pasar agar denyut ekonomi masyarakat bisa kembali normal dengan lingkungan yang higienis," ujar Saiful.
Saiful menjelaskan, sampah sisa banjir kali ini didominasi oleh limbah rumah tangga, sampah organik, serta material hanyutan yang menyumbat saluran. Menurutnya, pembersihan cepat sangat krusial agar tumpukan sampah tersebut tidak menjadi sarang kuman.
Adapun sembilan wilayah kecamatan yang kini telah bersih dari sisa material banjir meliputi: Jambo Aye, Baktiya, Baktiya Barat, Lhoksukon, Syamtalira Aron, Samudera, Tanah Pasir, Lapang, Dewantara, Muara Batu, Cot Girek dan Tanah Luas
Meski pembersihan utama telah usai, DLHK Aceh Utara tetap menyiagakan personel untuk memantau titik-titik lain yang mungkin masih memerlukan penanganan tambahan.
Saiful mengimbau warga untuk meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah ke drainase.
"Kesadaran masyarakat dalam menjaga kelancaran saluran air sangat penting sebagai upaya mitigasi agar fungsi serapan air tetap maksimal ke depannya," pungkasnya.
Upaya pemulihan ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi infrastruktur publik sehingga wajah perkotaan Aceh Utara kembali bersih dan tertata pasca-musibah melanda. (tim/red)



