BREAKING NEWS

Menabur Benih di Tanah Martir: Misa Perdana RP Nikolaus Rufinus Maria Nahampun, OFMConv


Oleh: Martin Sembiring

MEDAN I Gebrak24.com  – Di pelataran Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius, Simalingkar B, sebuah relief bisu menjadi saksi perjalanan iman di tanah Sumatera. Dua sosok martir, Beato Dionisius dan Beato Redemptus, digambarkan dengan senjata yang tertancap di tubuh mereka—sebuah simbol keteguhan iman yang tak terbeli oleh nyawa. Namun, pada Minggu (15/2/2026), suasana duka dalam relief itu berganti menjadi sukacita yang meluap saat ribuan umat berkumpul merayakan Misa Perdana RP Nikolaus Rufinus Maria Nahampun, OFMConv.

Perayaan ini bukan sekadar seremoni keagamaan biasa. Bagi umat Keuskupan Agung Medan (KAM), ini adalah refleksi tentang kesinambungan tugas suci. Ribuan umat yang datang dari berbagai penjuru menyambut kehadiran imam baru tersebut dengan antusiasme yang membuncah, menghormatinya dalam empat peran sakral: sebagai Imam, Guru, Rasul, dan Raja.

*Kesetiaan di Tengah Arus Zaman*

Bagi masyarakat Katolik di Medan, keberadaan relief martir di Simalingkar B merupakan pengingat akan prinsip keteguhan iman yang tak berkompromi terhadap arus zaman. Martir Dionisius dan Redemptus telah mencontohkannya melalui pengorbanan nyawa di Aceh pada abad ke-17 demi mempertahankan ortodoksi iman. Kini, estafet tersebut beralih ke pundak Pastor Nikolaus. Sebagai Imam, ia dipanggil menjadi jembatan doa bagi umat. Sebagai Guru, ia mengemban amanah menjaga kemurnian ajaran. Sebagai Rasul, ia diutus menjadi saksi Kristus yang hidup, dan sebagai Raja, ia memimpin dengan semangat pelayanan yang rendah hati.

*Kegembiraan Jemaat yang Meluap*

Lautan manusia yang memadati lokasi mencerminkan kerinduan mendalam akan sosok gembala. Sorak-sorai dan kegembiraan ribuan umat hari ini seolah membuktikan adagium kuno bahwa "darah para martir adalah benih bagi Gereja". Benih yang dulu tumpah di ujung utara Sumatera, kini bersemi kembali dalam wujud panggilan imamat yang baru di jantung Keuskupan Agung Medan.

Dalam suasana yang khidmat namun meriah, Pastor Nikolaus membawa pesan harapan melalui moto tahbisannya dari Filipi 1:6: "Tuhan telah memulai karya baik dan Ia akan menyempurnakannya". Hal ini menegaskan bahwa setiap pelayanan adalah bagian dari rencana besar Tuhan bagi umat-Nya.

Perayaan ini meninggalkan pesan mendalam bagi setiap jemaat: bahwa menjadi pengikut Kristus menuntut keberanian untuk berdiri tegak di atas prinsip, seperti para martir, sekaligus kesediaan untuk melayani dengan sukacita, seperti sang imam baru. ***

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image