Razali Korban Banjir Aceh Tamiang Menunggu Bantuan: 'Kami Ingin Keadilan'
![]() |
| Curhat 'Asolhok' penyintas korban banjir kota lintang bawah, dari kanan Razali, Asmidar (tengah) dan Sartika saat di temui awak media Rabu, (25/3/2026) berharap bantuan pemerintah segera datang. |
KUALASIMPANG (Gebrak24.com) — Masyarakat di Dusun 1 Al-Ihsan, Kota Lintang, Aceh Tamiang, masih berjuang untuk mendapatkan bantuan setelah 4 bulan mengungsi akibat banjir. Mereka berharap mendapatkan rumah hunian sementara (Huntap) seperti warga lainnya.
Razali (51), warga Dusun 2 Ar-Rahim, mengaku belum mendapat bantuan meski sudah terdata. "Harapan saya, kami ingin keadilan. Kami harus masuk Huntap seperti warga lainnya," katanya. Razali juga mempertanyakan tentang bantuan uang 1 juta dari PMI dan uang ganti prabot rumah yang belum diterima. Ia merasa frustrasi karena sudah mengungsi lama, tapi belum ada kejelasan.
Begitu pula, Sartika (38), korban banjir lainnya, juga belum mendapat bantuan. "Rumah saya hanyut, tapi tidak pernah dapat bantuan. Cuma 200 KK yang diproses, padahal kami sama-sama korban banjir," keluhnya. Sartika merasa ada ketidakadilan dalam pendataan korban banjir. Ia juga mempertanyakan proses verifikasi dan validasi data yang tidak jelas.
Asmidar, warga lainnya, berharap bisa mendapatkan Huntap karena memiliki sebidang tanah sendiri di Kampung Landuh. "Saya ingin rumah, agar anak-anak saya bisa sekolah dengan tenang," katanya. Asmidar merasa tidak adil jika hanya sebagian warga yang mendapat bantuan.
Masyarakat juga mempertanyakan peran pemerintah dan lembaga terkait dalam menangani bencana banjir. "Kenapa kami harus menunggu lama? Kenapa bantuan tidak segera datang?" tanya Razali.
Mereka berharap BNPB atau pihak terkait segera memindahkan mereka ke Huntap dan memberikan bantuan yang dibutuhkan. Terang Razali.

