Ditengah Isu Kudeta Ketum SPBI Dr.Iswadi Pasang Sikap: Dukung Prabowo Subianto Dua Periode
![]() |
| Dr. Iswadi |
Jakarta, newsataloen.com - Di tengah dinamika politik nasional yang kian memanas, berbagai spekulasi mencuat ke ruang publik, termasuk isu mengenai adanya upaya kudeta politik terhadap Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Narasi ini memicu beragam respons dari masyarakat dan kelompok sipil. Namun, di tengah riuhnya perdebatan tersebut, Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI), Dr. Iswadi, justru mengambil posisi tegas yang berbeda.
Ia menyatakan dukungan penuh terhadap Prabowo Subianto untuk melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode sebagai Presiden Republik Indonesia. Sikap ini, menurutnya, bukan sekadar pernyataan politik, melainkan bagian dari komitmen SPBI dalam menjaga stabilitas nasional serta memperkuat persatuan bangsa di tengah potensi polarisasi.
Dr. Iswadi menilai bahwa dinamika politik yang berkembang saat ini harus disikapi dengan bijak. Ia mengingatkan bahwa isu kudeta, jika tidak ditangani secara hati hati, berpotensi memicu perpecahan sosial serta melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi negara. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Dalam situasi seperti ini, bangsa membutuhkan ketenangan, persatuan, dan kepemimpinan yang kuat. Kami melihat Prabowo Subianto memiliki kapasitas tersebut, ujarnya.
Menurutnya, Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga stabilitas sekaligus mengarahkan pembangunan secara konsisten. Dengan pengalaman di bidang pemerintahan dan pertahanan, Prabowo dinilai memiliki kemampuan untuk memastikan arah pembangunan nasional tetap terjaga dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Dr. Iswadi menegaskan bahwa dukungan terhadap dua periode didasarkan pada pertimbangan rasional, khususnya terkait pentingnya kesinambungan pembangunan. Ia menyoroti bahwa berbagai program strategis nasional membutuhkan waktu dan konsistensi agar dapat memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat.
Pembangunan tidak bisa dicapai secara instan. Tanpa kesinambungan kepemimpinan, program program besar berisiko terhenti atau berubah arah di tengah jalan, katanya.Stabilitas politik merupakan fondasi utama bagi kemajuan suatu negara. Negara-negara yang mampu berkembang pesat umumnya memiliki kesinambungan kebijakan dan kepemimpinan yang kuat. Oleh karena itu, menjaga stabilitas menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
SPBI juga menekankan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Dr. Iswadi mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam demokrasi adalah hal yang wajar, namun harus disampaikan melalui mekanisme yang sah dan konstitusional.
Perbedaan adalah bagian dari demokrasi, tetapi tidak boleh mengarah pada konflik yang merusak persatuan. Semua harus tetap dalam koridor hukum dan kepentingan nasional, tegasnya.Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil. Menurutnya, partisipasi publik yang inklusif akan memperkuat kualitas kebijakan dan memastikan bahwa pembangunan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat luas.
SPBI, lanjutnya, akan terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong kebijakan yang pro-rakyat, sekaligus memperkuat nilai nilai kebangsaan dan harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia.Di tengah tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi, perubahan geopolitik
Percepatan transformasi teknologi, Dr. Iswadi menilai bahwa Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang stabil, kuat, dan visioner. Kesinambungan kepemimpinan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga momentum pembangunan agar tidak terputus.
Ia kembali menegaskan bahwa dukungan terhadap Prabowo Subianto untuk dua periode merupakan bagian dari upaya menjaga arah pembangunan nasional tetap konsisten dan berkelanjutan.Ini bukan hanya soal siapa yang memimpin, tetapi bagaimana memastikan Indonesia terus bergerak maju dengan stabil, bersatu, dan sejahtera, pungkasnya.(rel/rj)


