Peusijuek 513 Jemaah Haji, Wakil Bupati Aceh Utara Titip Doa untuk Kemakmuran Daerah dan Korban Banjir
0 menit baca
Aceh Utara I Gebrak24.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menggelar prosesi pelepasan dan Peusijuek (tepung tawar) bagi calon jemaah haji tahun ini. Pelepasan tersebut diawali prosesi peusijuek atau tepung tawar oleh Abu Manan di Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon. Selasa (21/42026).
Dalam suasana khidmat tersebut, Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, menekankan pentingnya pemahaman manasik agar ibadah berjalan sempurna sesuai syariat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Tarmizi menyampaikan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan tradisi tauhid yang diwariskan oleh Nabi Ibrahim AS untuk menjaga manusia tetap di jalan kebenaran.
“Manasik yang dilakukan Nabi adalah contoh ideal. Kami berharap jemaah benar-benar mengikuti panduan agar ibadah menjadi mabrur,” ujar Tarmizi saat memberikan sambutan.
Di hadapan para jemaah, Tarmizi menitipkan harapan besar agar Aceh Utara didoakan menjadi daerah yang makmur, aman, dan sejahtera. Beliau secara khusus meminta jemaah mendoakan generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif.
"Mohon doakan agar daerah kita dijauhkan dari narkoba, bencana alam, serta pengaruh aliran sesat yang kini mulai mengancam generasi muda kita," tuturnya
Selain itu, ia mengajak jemaah memberikan ruang doa khusus bagi warga Aceh Utara yang sedang diuji musibah. "Kami mohon doa agar saudara-saudara kita korban banjir diberikan ketabahan dan segera bangkit kembali. Semoga Allah mengganti kesulitan mereka dengan kebaikan berlipat," tambahnya.
Tarmizi menjelaskan bahwa pemerintah terus mengevaluasi penyelenggaraan haji setiap tahunnya. Tantangan utama biasanya muncul dari keberagaman latar belakang pendidikan dan usia jemaah, termasuk jemaah lansia.
Untuk itu, Pemkab Aceh Utara memastikan bimbingan manasik di tingkat kecamatan hingga kabupaten dilakukan secara intensif. Hal ini mencakup tata cara ibadah hingga teknis penggunaan fasilitas modern seperti pesawat dan lift hotel.
“Tujuannya agar semua jemaah, tanpa memandang latar belakang, bisa menjalankan ibadah dengan tenang, khusyuk, dan nyaman,” jelasnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kakan Kemenhaj) Aceh Utara, Asnawi, S. Ag,.S Sos, merincikan bahwa dari total 513 jemaah yang telah melakukan pelunasan, komposisinya terdiri dari 194 pria dan 319 wanita. Keberangkatan ini didasari oleh Keputusan Menteri Haji dan Umrah No. 6 Tahun 2025 mengenai kuota haji reguler tahun berjalan.
“Seluruh jemaah Aceh Utara terbagi ke dalam tiga Kelompok Terbang (Kloter), yakni Kloter 3, Kloter 6, dan Kloter 11,” ujar Asnawi dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Berikut adalah rincian jadwal keberangkatan jemaah haji Aceh Utara yaitu Kloter 3 (123 orang): Berangkat dari daerah pada 6 Mei 2026, terbang 8 Mei 2026. Titik kumpul di Masjid Mideun Syuhada, Syamtalira Bayu.
Kloter 6 (251 orang): Berangkat dari daerah pada 9 Mei 2026, terbang 11 Mei 2026. Titik kumpul di Masjid Mideun Syuhada Bayu dan Masjid Jabal Rahmah, Muara Batu.
Kloter 11 (142 orang): Berangkat dari daerah pada 15 Mei 2026, terbang 16 Mei 2026. Titik kumpul di Masjid Jabal Rahmah, Muara Batu.
Pihak Kemenhaj telah menetapkan lokasi penginapan bagi para jemaah. Selama di Mekkah, seluruh kloter (3, 6, dan 11) akan menempati Hotel Al Buruj Wahda Al-Mutamayyiz yang berlokasi di Sektor 6, No. 601.
Sementara untuk di Madinah, Kloter 3 dan 11 akan menginap di Huda Taibah Hotel (No. 505), sedangkan Kloter 6 akan menempati Rauda Al-Aqiq (No. 305).
Tahun ini, tercatat Nurdin Ben Cut Hasan (90) dari Kec. Langkahan sebagai jemaah tertua laki-laki, dan Nuraini Muhammad Husen (89) dari Kec. Baktiya sebagai jemaah tertua perempuan.
Di sisi lain, jemaah termuda diraih oleh Rahmad Aiman (18) dan Sri Afriza (24). Keduanya merupakan warga Kecamatan Baktiya Barat.
Pemerintah berharap seluruh jemaah menjaga kesehatan fisik menjelang hari keberangkatan mengingat jadwal yang sudah semakin dekat di awal Mei mendatang.
Acara ditutup dengan pembacaan talbiyah bersama yang menggetarkan suasana, menandai pelepasan resmi para tamu Allah menuju tanah suci. ***


