Jelang 17 Agustus, Penjualan Bendera Merah Putih dan Umbul-Umbul di Bireuen Semakin Marak
Bireuen I Gebrak24.com – Lapak penjual umbul-umbul dan bendera Merah Putih musiman mulai menjamur di kawasan Kota Bireuen menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.
Para pedagang musiman tersebut mulai memajang berbagai jenis dan ukuran bendera di sepanjang Jalan Medan - Banda Aceh, tepatnya di sekitar Simpang Masuk Gampong Pulo Ara, Bireuen. Aktivitas perdagangan ini dilaporkan sudah berlangsung sejak sepekan terakhir dan berhasil menarik perhatian warga setempat maupun warga yang sedang melintas. [1]
Berdasarkan pantauan langsung pada Sabtu sore (25/07/2026), deretan bendera tampak terbentang rapi memanfaatkan tiang listrik dan batang pohon di pinggir jalan negara tersebut. Pemandangan ini pun langsung menyita perhatian para pengendara sepeda motor, mobil pribadi, hingga bus penumpang yang melintas. Para pedagang sengaja mencuri start berjualan lebih awal guna mengantisipasi lonjakan pembeli, meski belum memasuki bulan Agustus.
Biasanya, permintaan pasar akan meningkat drastis menjelang bulan Agustus untuk dipasang di rumah warga, rumah toko (ruko), hingga kendaraan pribadi. Hal ini sejalan dengan tradisi tahunan di mana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen rutin mengeluarkan instruksi terkait semarak kemerdekaan.
Kendati demikian, hingga saat ini Pemkab Bireuen maupun pihak kecamatan belum mengeluarkan surat edaran resmi mengenai perintah pengibaran bendera, pemasangan umbul-umbul, ataupun imbauan pengecatan ruko.
Beberapa pemilik toko di kawasan Bandar Bireuen mengaku bahwa mereka belum menerima instruksi formal dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, sebagian besar dari mereka masih menunggu surat edaran tersebut sebelum mulai mengecat ruko atau memasang atribut kemerdekaan di depan toko mereka.
Hingga berita ini diturunkan, Pj Bupati Bireuen dan Camat Kota Juang belum dapat dikonfirmasi karena bertepatan dengan hari libur. Konfirmasi resmi kepada pihak pemerintah daerah serta sejumlah perangkat desa (geusyik) rencananya akan dilakukan kembali pada hari kerja, Senin (27/07/2026) mendatang. (rj/red/ops/mi
