BPKS dan ASPRINDO Teken MoU Pelabuhan Sabang Jadi Green Port, Siap Saingi Singapura
JAKARTA (Gebrak24.com) — Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) dan Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) resmi menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Pengembangan, Optimalisasi, dan Pemanfaatan Pelabuhan Sabang menjadi Pelabuhan Ramah Lingkungan (Green Port).
Penandatanganan berlangsung di Graha Jorindo, Jakarta, Senin (26/10), dilakukan oleh Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen dan Ketua Umum ASPRINDO Jose Rizal. Turut hadir dan menyaksikan Ketua Dewan Pembina ASPRINDO Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi.
Keunggulan di Selat Malaka
Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen menegaskan Pelabuhan Sabang memiliki keunggulan komparatif yang tidak dimiliki pelabuhan lain di jalur Selat Malaka. Kedalaman perairan Sabang mencapai 20-40 meter, sehingga mampu disandari kapal-kapal besar hingga 300 ribu DWT tanpa perlu pengerukan.
Menurut Iskandar, transformasi menuju Green Port menjadi keharusan untuk meningkatkan daya saing Pelabuhan Sabang di kancah global.
"Kerja sama ini menjadi momentum untuk menjadikan Sabang sebagai pelabuhan modern, efisien, dan berkelanjutan," ujar Iskandar.
Ketua Umum ASPRINDO Jose Rizal menambahkan, secara geopolitik posisi Sabang bahkan lebih depan dari Singapura. Potensi itu harus dioptimalkan menjadi hub logistik dan industri.
"Pihaknya berkomitmen menghadirkan investasi dan jejaring usaha. Sabang bisa menjadi hub industri dan logistik. Yang dibutuhkan adalah infrastruktur, ekosistem, dan kepastian usaha," kata Jose.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina ASPRINDO Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah konkret dalam penguatan ekonomi kawasan barat Indonesia.
Empat Ruang Lingkup Kerja Sama
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi empat hal strategis:
1. Pengembangan Fasilitas, melalui penyusunan kajian bersama dan rencana induk menuju Green Port.
2. Promosi Investasi, melalui forum investasi dan business matching untuk mempertemukan calon investor domestik dan internasional.
3. Optimalisasi Pemanfaatan, infrastruktur dan sarana penunjang pelabuhan termasuk logistik dan jalur perdagangan.
4. Pengembangan Green Port, melalui penerapan teknologi ramah lingkungan, pengelolaan limbah, dan efisiensi energi.
Pelaksanaan kerja sama akan ditindaklanjuti melalui perjanjian tersendiri sesuai road map yang disepakati bersama.
Kerja sama ini, menurut Jose Rizal, merupakan bagian dari rangkaian kerja sama yang sudah ditandatangani sebelumnya, yakni dengan Wali Kota Sabang dan perusahaan daerah PT Pembangunan Sabang Mandiri, untuk rencana pengelolaan energi listrik berbasis panas bumi (geotermal) yang berlokasi di Sabang.(Eri Iskandar)


