BREAKING NEWS

Empat Pemuda Pelopor Aceh Utara Raih Juara I, Hadirkan Inovasi di Bidang Pertanian hingga Pendidikan



Aceh Utara I Gebrak24.com – Empat pemuda Kabupaten Aceh Utara berhasil meraih juara pertama dalam ajang Pemilihan Pemuda Pelopor Kabupaten Aceh Utara Tahun 2026. Pengumuman para pemenang dilakukan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporapararekraf) Aceh Utara bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, Rabu (28/10/2026).

Keempat pemuda tersebut meraih penghargaan melalui berbagai karya dan inovasi yang berfokus pada pengembangan potensi daerah, mulai dari sektor pertanian, pelestarian lingkungan, hingga pendidikan dan sosial.

Adapun para peraih juara pertama tersebut yakni Abdul Hamid dari Kecamatan Paya Bakong dengan karya “Budi Daya Melon Khas Aceh Utara”.

Selanjutnya, Baizul Khalis dari Kecamatan Kuta Makmur melalui inovasi “Pusat Edukasi Lingkungan Rimba Honey”, yang berfokus pada budi daya lebah madu kelulut.

Kemudian, Nahlil Mukta dari Kecamatan Nisam dengan karya “Plogger Rencong Pasee”, serta Hayatun Nufus dari Kecamatan Muara Batu yang mengusung program “Pendidikan Gratis bagi Anak Yatim Desa”.

Keberhasilan keempat pemuda tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Aceh Utara memiliki potensi besar dalam melahirkan gagasan kreatif dan inovatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Karya-karya mereka juga mencerminkan kepedulian terhadap pengembangan potensi lokal, pelestarian lingkungan, serta peningkatan akses pendidikan.

Salah seorang peraih juara pertama, Baizul Khalis, kepada media ini, Kamis (29/10/2026), mengatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus mengembangkan usaha sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah.

“Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan usaha madu kelulut dan mengajak pemuda lainnya agar berani berinovasi serta menciptakan peluang ekonomi dari potensi lokal,” ujar Baizul.

Ia menjelaskan, melalui Rimba Honey, kegiatan yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada produksi madu kelulut, tetapi juga mencakup edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem hutan dan kelestarian lingkungan demi keberlangsungan habitat lebah.

Menurutnya, budi daya madu kelulut dapat menjadi salah satu peluang usaha berbasis potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat bagi lingkungan apabila dikelola secara inovatif dan berkelanjutan.

Baizul berharap, prestasi yang diraih dalam ajang Pemilihan Pemuda Pelopor tersebut dapat mendorong semakin banyak generasi muda di Aceh Utara untuk berani mengembangkan ide, menciptakan peluang usaha, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.

"Penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas karya para pemuda, tetapi juga menjadi pemacu semangat bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya, mengembangkan potensi diri, dan mengambil peran aktif dalam pembangunan Kabupaten Aceh Utara, "pungkasnya.

Kepala Disporapararekraf Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag., M.Pd., mengapresiasi capaian prestasi, kemampuan, dan kreativitas yang ditunjukkan oleh para pemuda di berbagai sektor.

"Penghargaan ini diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan potensi, melahirkan karya inovatif, dan membawa nama harum Aceh Utara ke tingkat nasional hingga internasional," ujar Zulkifli. 

Ia menambahkan, program ini merupakan langkah pemerintah daerah untuk mencetak pemuda yang berdaya saing, berani berinovasi, serta andal dalam mengawal pembangunan daerah. (tim/red/ops/mi) 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image