Keberhasilan Pemilu Membutuhkan Keterlibatan Aktif Masyarakat
Meureudu|Gebrak24.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pidie Jaya Menggelar kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Tahun 2026 bagi generasi muda, yang digelar pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Dalam sambutannta Ketua Bawaslu Kabupaten Pidie Jaya, Fajri M. Kasem, menegaskan bahwa keberhasilan pemilu tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan keterlibatan aktif masyarakat. Ia mengajak para peserta menjadi sahabat Bawaslu dalam menyukseskan penyelenggaraan pemilu, meningkatkan partisipasi pemilih, serta mengawasi setiap tahapan agar berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan tersebut melibatkan 40 peserta dari berbagai unsur pemuda dan pemudi sebagai upaya memperkuat kesadaran masyarakat dalam mengawal proses demokrasi menuju Pemilu 2029 yang jujur, adil, berintegritas, dan bermartabat.
Selain itu, Fajri M. Kasem, mengucapkan, pemuda dan pemudi memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Dengan semangat, kreativitas, dan kepedulian terhadap masa depan daerah, generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mencegah potensi pelanggaran pemilu. Pengawasan yang kuat, katanya, tidak hanya lahir dari kerja lembaga, tetapi juga tumbuh melalui kesadaran masyarakat yang berani peduli terhadap kejujuran dan keadilan.
Ia juga mendorong para peserta untuk menyebarluaskan pendidikan politik yang positif melalui lingkungan sosial, organisasi, kampus, dan media sosial. Informasi kepemiluan yang benar dan edukatif diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak serta kewajibannya sebagai warga negara. Dengan begitu, generasi muda tidak sekadar hadir sebagai pemilih, tetapi juga menjadi penggerak literasi demokrasi yang mampu mengajak masyarakat berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab.
Kegiatan P2P Tahun 2026 tersebut dibuka secara resmi oleh Yusriadi, Koordinator Divisi SDMO Bawaslu Provinsi Aceh. Pembukaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan pengawasan partisipatif dan memperluas keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Sebelum memasuki sesi materi, para peserta mengikuti pre-test selama 20 menit yang terdiri atas 30 soal terkait Pendidikan Pengawasan Partisipatif. Tahapan ini difasilitasi oleh Reza Arisqi dan Muhammad Rizal, staf Bawaslu Kabupaten Pidie Jaya, untuk mengukur pemahaman awal peserta.
Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini dengan latar belakang yang beragam, meliputi alumni Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam), alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP), Gerakan Pramuka, mahasiswa dan mahasiswi, serta perwakilan berbagai organisasi. Keberagaman tersebut menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan pengawasan pemilu hingga ke berbagai lapisan masyarakat. Dari ruang pembelajaran ini, diharapkan tumbuh semangat kebersamaan dalam menjaga demokrasi sebagai tanggung jawab seluruh warga negara.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Pidie Jaya, Yusra Hayati dan Mahfuzzal, S.H. Yusra Hayati membawakan materi berjudul “Penanganan Pelanggaran” yang mengulas pentingnya memahami dugaan pelanggaran pemilu serta peran masyarakat dalam mendukung pencegahan dan pengawasan.
Selanjutnya, Mahfuzzal, S.H., menyampaikan materi “Penguatan Gerakan Peningkatan Partisipatif” yang menekankan pentingnya membangun kesadaran publik, memperluas keterlibatan masyarakat, dan menjaga keberlanjutan gerakan pengawasan pemilu.(din/li)
