Perkuat Sinergitas, Kapolres Aceh Utara Ajak Puluhan Wartawan Buka Puasa Bersama
0 menit baca
Aceh Utara I Gebrak24.com – Polres Aceh Utara menggelar acara buka puasa bersama puluhan awak media lintas platform (cetak, elektronik, dan online) di Mapolres setempat, Minggu (22/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas antara kepolisian dan insan pers.
Acara yang berlangsung dalam suasana akrab ini dihadiri oleh Kapolres Aceh Utara, AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., jajaran Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek, dan juga turut dihadiri dari personel BKO Brimob Polda Banten dan Mahasiswa PTIK/STIK angkatan 83 tahun akademik 2025/2026.
Dalam sambutannya, AKBP Trie Aprianto memberikan apresiasi tinggi kepada para jurnalis yang selama ini aktif membantu Polri dalam mendiseminasikan informasi positif dan edukatif.
"Media adalah mitra strategis kami. Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat hubungan yang sudah terjalin baik, sekaligus berterima kasih atas dukungan rekan-rekan media dalam menjaga kondusivitas kamtibmas di Aceh Utara," ujar Kapolres.
Kemudian dilanjutkan dengan Tausiyah singkat oleh Tgk. Zamzami. Ia mengatakan, selain menjadi ajang silaturahmi dengan pers, momen ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi personel Brimob yang telah bertugas lebih dari satu bulan membantu pemulihan pasca-banjir di Aceh Utara.
“Insya Allah dalam waktu dekat, rekan-rekan Brimob akan kembali ke kesatuan masing-masing. Terima kasih atas dedikasinya membantu kami memaksimalkan situasi pasca-banjir,” tambahnya
Tgk. Zamzami juga menekankan pentingnya peran media dalam menangkal berita bohong (hoaks) yang dapat memicu keresahan. Ia berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi terciptanya keterbukaan informasi publik yang akurat. Ia mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan etika berkomunikasi.
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah berkata baik atau diam. Kita harus menahan diri dari menyebarkan hoaks, mencaci maki, atau memicu permusuhan," pesan Tgk. Zamzami
Ia menambahkan manfaatkan Ramadhan untuk kendalikan hawa nafsu. "Bulan puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, melainkan perjalanan spiritual untuk melatih kesabaran. Beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk memanfaatkan sisa waktu Ramadan dengan maksimal guna meraih gelar bertakwa.
Ia menambahkan manfaatkan Ramadhan untuk kendalikan hawa nafsu. "Bulan puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, melainkan perjalanan spiritual untuk melatih kesabaran. Beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk memanfaatkan sisa waktu Ramadan dengan maksimal guna meraih gelar bertakwa.
Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh awak media dan aparat keamanan bahwa lisan—meski tidak bertulang—memiliki dampak besar bagi kerukunan masyarakat. Jika tidak dijaga, ucapan bisa menjadi sumber perpecahan, namun jika dikelola dengan baik, akan membawa kesejukan bagi kita
Dalam ceramah tersebut, diingatkan bahwa berbagi makanan berbuka (takjil) untuk orang yang berpuasa adalah amal kebaikan yang luar biasa. Memberi makan kepada mereka yang lapar adalah salah satu kunci untuk mendapatkan panggilan khusus dari pintu surga di akhirat kelak.
Menanggapi tantangan masyarakat yang bekerja berat selama Ramadan—seperti personel Brimob hingga pekerja bangunan—ustaz menyampaikan bahwa Ramadan adalah momen pembersihan diri.
"Jika 11 bulan lainnya ibarat racun, maka Ramadan adalah penawarnya. Allah memberikan kita waktu 11 bulan untuk berusaha, dan hanya meminta satu bulan untuk kita fokus beribadah dengan tidak makan dan minum di siang hari," ujarnya.
Selain itu, terdapat kisah menarik mengenai Umar bin Khattab RA yang menjadi sebab turunnya kemudahan syariat. Dahulu, pada masa awal, larangan mendekati istri berlaku sepanjang hari dan malam selama bulan Ramadan. Namun, atas kegelisahan para sahabat, Allah menurunkan keringanan melalui ayat yang memperbolehkan hubungan suami-istri di malam hari
"Syariat kita sekarang sudah jauh lebih ringan. Kita hanya dilarang makan, minum, dan menjaga syahwat di siang hari saja. Malam harinya, Allah memberikan keleluasaan," tambahnya
Acara ditutup dengan doa bersama dan berbuka puasa bersama yang memperlihatkan keakraban antara aparat penegak hukum dan para "kuli tinta" di Aceh Utara.

