BREAKING NEWS


 


 

Kabar Baik bagi Petani Aceh Utara, Normalisasi Irigasi 23 Km Mulai Dikerjakan, Target Turun Sawah Mei 2026



Aceh Utara I Gebrak24.com – Harapan ribuan petani di Aceh Utara untuk kembali menggarap lahan mulai menemui titik terang. Setelah lima tahun dihantui krisis air akibat rusaknya Bendungan Krueng Pase, kini program normalisasi jaringan irigasi sekunder sepanjang 23 kilometer tengah dikebut.

Kegiatan normalisasi ini mencakup empat titik jaringan baru. Spesifikasi teknisnya telah disesuaikan untuk meningkatkan efisiensi pengairan dari hulu hingga ke hilir, guna menjawab keluhan petani terkait pasokan air selama ini.

Mewakili Muspika Meurah Mulia, Imum Mukim Tunong Fauzan Iskandar menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat BWS Sumatera I dalam menormalisasi pendangkalan dan penyumbatan saluran. Infrastruktur yang lebih baik ini diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dan memperkuat ketahanan pangan lokal.

Para petani setempat menyambut antusias pengerjaan ini. Ia berharap pemerintah pusat tetap berkomitmen menuntaskan rehabilitasi infrastruktur air di Aceh Utara secara menyeluruh agar sejarah kelam kekeringan selama lima tahun terakhir tidak terulang kembali.

"Pemeliharaan rutin seperti ini dapat terus berlanjut agar ketahanan pangan di tingkat kecamatan Meurah Mulia tetap terjaga. Kelancaran arus irigasi adalah kunci utama agar hasil panen musim ini bisa maksimal," ujar Fauzan kepada awak media, Rabu (23/4/2026).

Fauzan Iskandar juga mengharapkan bahwa agar mengalih fungsikan pada kedua sisi saluran ( kiri dan kanan) jalan kecamatan.

Dengan perubahan status ini, saluran yang semula hanya berfungsi membuang air (drainase) sepanjang 12 kilometer menjadi jaringan sekunder sebagai penyuplai air ke areal persawahan yang sebelumnya sulit terjangkau atau sering mengalami kekeringan.

Kondisi pertanian di sembilan kecamatan, ribuan hektare areal sawah, termasuk Meurah Mulia berubah menjadi semak belukar karena petani kehilangan sumber air utama. Memang memprihatinkan sejak Bendungan Krueng Pase rusak pada tahun 2020.

Sebagian besar warga kini hanya bisa meratapi lahan yang mengering, sementara lainnya mencoba bertahan dengan bantuan pangan yang terbatas. Mereka kini menggantungkan harapan terakhir pada komitmen pemerintah untuk mempercepat rehabilitasi lahan sawah di wilayah tersebut.

"Langkah normalisasi ini menjadi angin segar. Rencananya, petani akan mulai turun ke sawah setelah seluruh proses normalisasi selesai, diperkirakan pada Mei 2026 mendatang," tambah Fauzan. (tim/red). 




Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar