BREAKING NEWS


 


 

Target Ambisius, Imum Mukim Tunong Harapkan Kenaikan IP ke 300 Tahun Depan

 




Aceh Utara I Gebrak24.com – Transformasi sektor pertanian di wilayah Mukim Tunong, Aceh Utara, tengah dipacu secara signifikan. Imum Mukim Tunong, Fauzan Iskandar, menargetkan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari semula IP 200 menjadi IP 300 dalam kurun waktu satu tahun ke depan.

Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan lokal dan memaksimalkan potensi lahan sawah yang ada. Dengan beralih ke IP 300, petani di wilayah tersebut diharapkan mampu melakukan masa tanam hingga tiga kali dalam setahun.

"Kami berkomitmen membawa perubahan nyata. Dari yang sebelumnya dua kali tanam, kita targetkan menjadi tiga kali setahun (IP 300)," ujar Fauzan Iskandar dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Fauzan menjelaskan bahwa transisi menuju IP 300 sangat memungkinkan berkat kemajuan teknologi pertanian saat ini. Ia menyoroti ketersediaan varietas bibit unggul dari Balai Benih Indonesia yang memiliki masa panen singkat, mulai dari 120, 95, hingga hanya 70 Hari Setelah Tanam (HST).

Selain bibit, modernisasi alat mesin pertanian (alsintan) seperti traktor roda empat dan mesin panen (combine harvester) dinilai akan mempercepat proses pengolahan lahan hingga masa panen.

"Sarana alsintan kita sudah canggih, saluran drainase juga mayoritas sudah permanen. Jadi, proses gotong royong, pengolahan tanah, sampai panen tidak akan memakan waktu lama lagi," lanjutnya.

Meski optimistis, Fauzan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, khususnya Dinas PUPR dan Dinas Pertanian, untuk mendukung visi "Aceh Utara Bangkit". Ia berharap pemerintah fokus pada perbaikan sarana dan prasarana produksi ketimbang bantuan konsumtif.

"Kami para petani tidak butuh dilayani dengan bingkisan atau sembako. Cukup beri kami dukungan sarana dan prasarana yang mumpuni untuk meningkatkan hasil pertanian," tegasnya.

Peningkatan IP ini diyakini tidak hanya akan mendongkrak volume produksi gabah di Mukim Tunong, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat tani secara berkelanjutan.

"Ini bukan sekadar angka, tapi soal bagaimana lahan kita produktif dan petani sejahtera. Kalau tidak sekarang, kapan lagi kita berbenah?" pungkas Fauzan. (tim/red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar