Ultah Banda Aceh — Zikir Kota yang Tak Padam
0 menit baca
L K Ara
Di tanah yang pernah diuji gelombang,kau berdiri—bukan sekadar kota,
tetapi ayat panjang
yang dibaca langit setiap pagi.
Delapan ratus dua puluh satu tahun,
bukan hitungan usia semata,
melainkan jejak doa
yang tak pernah selesai diucapkan.
Di Blang Padang malam ini,
lampu-lampu seperti tasbih yang menyala,
menghitung syukur satu per satu—
dari wajah anak kecil
hingga mata tua yang pernah melihat duka.
Ya Allah…
jadikan kota ini
rumah bagi damai yang tidak tergesa,
bagi adab yang tidak lekang,
bagi cinta yang tidak bising oleh dunia.
Karena kami tahu,
Banda Aceh bukan sekadar nama,
ia adalah luka yang sembuh dengan zikir,
dan cahaya yang tak pernah padam oleh waktu.
Selamat ulang tahun,
wahai kota yang bersujud dalam sejarah—
semoga setiap langkahmu
menjadi jalan pulang
bagi jiwa-jiwa yang mencari-Mu. ***
Takengon, Kamis, 23 April 2026


