Klarifikasi Bupati Aceh Utara: Dari Tudingan 'Bupati Panton Labu' hingga Progres Rp29 M Dana Banjir
0 menit baca
Aceh Utara I Gebrak24.com – Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayahwa, akhirnya buka suara menjawab berbagai kritik dan persoalan krusial di daerahnya. Mulai dari sindiran netizen sebagai "Bupati Panton Labu", lambatnya pencairan dana banjir, kelayakan hunian sementara (huntara), hingga ancaman abrasi parah di Seunuddon. [1, 2]
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ayahwa dalam jumpa pers yang digelar di Oproom Kantor Bupati, Landeng, Aceh Utara, pada Selasa (26/5/2026).
Terkait tudingan warga bahwa dirinya hanya fokus pada wilayah Panton Labu karena rutin membagikan uang menjelang Lebaran dan Meugang, Ayahwa memberikan bantahan keras. Ia menegaskan aksi berbagi tersebut adalah murni kegiatan sosial pribadi yang sudah berjalan belasan tahun.
"Itu merupakan kegiatan sosial yang sudah rutin dilakukan sejak 15 tahun lalu, jauh sebelum saya menjabat sebagai bupati," tegas Ayahwa.
Ia menambahkan, pembagian santunan dilakukan secara ikhlas langsung dari rumahnya tanpa motif politik tertentu.
"Yang sudah-sudah, sampai 10 ribu masyarakat datang ke rumah, dan tidak ada kita mintakan KTP," ujarnya seraya mengajak warga yang berkecukupan untuk ikut menggalakkan tradisi berbagi.
Menanggapi polemik bantuan banjir yang dinilai belum merata, Ayahwa menjelaskan bahwa sistem pencairan anggaran dari pemerintah pusat dilakukan secara bertahap berbasis validasi data dari tingkat desa.
Hingga akhir Mei 2026, total dana bantuan bencana yang berhasil disalurkan sudah menyentuh angka hampir Rp29 miliar.
"Desa yang datanya sudah lengkap langsung dikirim ke pusat untuk diproses. Justru daerah bencana berat seperti Langkahan belum tersalurkan kemarin karena saat evakuasi, fokus semua pihak beralih dari pendataan pasca-bencana," urai Ayahwa.
Ia memastikan sisa pencairan untuk sekitar 50 desa lainnya akan segera menyusul dalam waktu dekat. "Insyaallah data kita sudah di BPS pusat dan akan segera diteruskan ke Dinas Sosial untuk disalurkan setelah Idul Adha," tambahnya. (tim/red)

