BREAKING NEWS

Cetak Generasi Global, Bupati Aceh Utara Dukung Pembangunan Sekolah Garuda Unggul 2027


Aceh Utara I Gebrak24.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara resmi mendukung penuh rencana pembangunan Sekolah Garuda Unggul yang dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2027 mendatang. Sekolah dengan sistem asrama ini dirancang khusus untuk menjaring dan membina anak-anak berprestasi serta talenta terbaik di wilayah Aceh Utara.

Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE, MM (akrab disapa Ayah Wa), menyampaikan hal tersebut saat memantau hari pertama sekolah sekaligus Masa Pengenalan Lingkungan  Sekolah (MPLS) di SMPN 1 Matangkuli, Senin (13/07/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati meninjau langsung pemisahan kelas antara murid laki-laki dan perempuan serta kegiatan tahfidzul quran.

Menurut Bupati, kehadiran sekolah unggulan berstandar internasional dengan fokus sains dan teknologi ini merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi emas daerah agar bisa menembus pendidikan tinggi di luar negeri.

"Pemerintah daerah berkomitmen penuh menyiapkan lahan dan segala perizinan yang dibutuhkan. Kami ingin memastikan putra-putri terbaik Aceh Utara mendapatkan fasilitas pendidikan terbaik untuk bersaing di kancah global," ujar Ayah Wa.

Seiring dengan dimulainya tahun ajaran baru, Bupati memberikan motivasi kepada seluruh siswa agar menanamkan rasa disiplin dan rajin belajar sejak dini demi menembus seleksi ketat sekolah unggulan tersebut.

"Hari ini anak-anak kita kembali masuk sekolah. Momentum ini harus menjadi awal baru untuk meningkatkan semangat belajar. Gantungkan cita-cita setinggi mungkin, persiapkan diri dengan matang dari sekarang, dan rebut kesempatan emas masuk ke Sekolah Garuda Unggul," tegasnya.

Bukan hanya fokus pada fasilitas fisik, Bupati Ismail A. Jalil juga berkomitmen membenahi birokrasi pendidikan lewat penegakan hukum dan kedisiplinan yang berimbang antara guru dan siswa. Berikut adalah rincian tata kelola kedisiplinan yang diterapkan di lingkungan sekolah Aceh Utara adalah Penempatan guru diupayakan sedekat mungkin dengan domisili untuk memangkas jarak tempuh dan mengurangi keterlambatan.

" Guru yang tidak disiplin atau melanggar jam kerja akan diberikan teguran bertahap oleh kepala sekolah atau Dinas Pendidikan. Pelanggaran berat atau kelalaian tugas yang terus-menerus akan dijatuhi sanksi mutasi ke wilayah lain,"tegas nya. 

Guna mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah anak dan bebas kekerasan, Pemkab Aceh Utara menerapkan pendekatan persuasif dan edukatif bagi siswa yang melanggar aturan.

Lanjut Bupati, Siswa yang tidak disiplin akan dibimbing oleh guru BK untuk dicari tahu akar permasalahannya, bukan langsung dihukum secara fisik. Jika pelanggaran berulang, sekolah wajib mengirimkan surat resmi kepada orang tua atau wali murid agar pembinaan karakter bersinergi antara rumah dan sekolah.

"Langkah tegas pembinaan yang seimbang ini diharapkan mampu mendongkrak mutu serta kualitas pendidikan di Aceh Utara secara signifikan, "pungkasnya. (tim/red). 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image