BREAKING NEWS

Ketua Golkar Aceh Tegaskan Tak Intervensi Musda Aceh Utara: Demokrasi Kita Serahkan ke Kabupaten

 


Aceh Utara I Gebrak24.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh menegaskan tidak akan mengintervensi pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Aceh Utara. Seluruh proses pemilihan ketua baru diserahkan sepenuhnya kepada pemilik suara di tingkat kabupaten, berjalan sesuai ketentuan dan peraturan organisasi yang berlaku.
 
Hal itu disampaikan Ketua DPD I Golkar Aceh, H. M. Salim Fakhri, S.E., M.M., saat membuka resmi Musda ke‑XI Golkar Aceh Utara di Mitra Hotel, Lhoksukon, Sabtu (22/8/2026).
 
“Demokrasi dalam Musda ini kami serahkan ke kabupaten/kota yang bersangkutan. Silakan yang berhak memilih bergerak sepenuhnya sesuai ketentuan peraturan organisasi,” ujar Salim Fakhri.
 
Salim mengapresiasi capaian pengurus periode sebelumnya yang berhasil menaikkan perolehan kursi Golkar di Aceh Utara — dari semula 3 kursi menjadi 4 kursi. Beliau berharap ketua yang nanti terpilih mampu melanjutkan dan melampaui keberhasilan tersebut.
 
“Mudah‑mudahan siapa pun yang terpilih nanti menjadi Ketua DPD Golkar Aceh Utara, bisa menaikkan kursi dari 4 menjadi 5, bahkan sampai 6 kursi,” lanjutnya.
 
Untuk mencapai target tersebut, Salim mengingatkan seluruh kader agar bekerja memenangkan simpati masyarakat tanpa harus mengganggu atau berebut pemilih yang sudah menjadi basis partai lain.
 
“Konsepnya: tidak usah mencuri suara PKS, Partai Aceh, maupun PAN. Fokus cari suara dan perbanyak kursi Golkar saja dulu,” tegasnya.
 
Selain itu, beliau meminta seluruh pengurus dan kader tetap konsisten mendukung jalannya pemerintahan daerah hingga berakhir masa jabatan. Hubungan harmonis bersama partai koalisi maupun kepala daerah wajib dijaga — sebab pembangunan Aceh Utara tak bisa diandalkan hanya Bupati dan Wakil Bupati saja, melainkan butuh kerja sama seluruh pihak.
 
Khusus Fraksi Golkar di DPRK Aceh Utara, Salim berpesan agar terus berkontribusi positif dan membangun. “Berbuatlah yang sebaik‑baiknya — sampaikanlah pendapat, berikan kritikan yang membangun demi kemajuan daerah ini,” tambahnya.
 
Pesan terpenting ditujukan kepada seluruh Pengurus Kecamatan (PK): boleh saja berbeda pandangan, namun jangan sampai memicu perpecahan tubuh partai. “Kalau sampai pecah, kepengurusan akan saya tarik ke tingkat provinsi,” pungkasnya dengan tegas.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Aceh Utara, Drs. As’ari, menegaskan Musda ini merupakan amanat organisasi yang wajib dijalankan sesuai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) partai — bukan sekadar acara rutin, melainkan wadah menjaring kader berbakat sekaligus menjaga persatuan.
 
“Tujuannya supaya Partai Golkar makin kompak ke depan dan terhindar dari perpecahan,” ujar As’ari.
 
Beliau juga menengok perjalanan panjang pasca‑reformasi: selama hampir 20 tahun berjuang, akhirnya pada Pemilu 2024 Golkar berhasil bangkit kembali — menambah kursi di DPR RI dan DPRK, serta tetap mempertahankan wakil di DPRA.
 
“Sebenarnya bukan ‘merebut’, melainkan kita mengambil kembali apa yang dulu pernah kita miliki. Dulu kita minimal meraih 8 kursi — jadi Golkar hanya meminta kembali haknya,” tegas As’ari.
 
Berkaca ke masa depan, Golkar Aceh Utara kini memasang sasaran ambisius: minimal satu kursi di setiap Daerah Pemilihan, atau total enam kursi dari enam dapil yang ada
 “Artinya setiap dapil wajib terisi satu kursi,” tambahnya.
 
Lebih lanjut, As'adi menambahkan, keberhasilan ini tak lepas dari perjuangan seluruh pengurus kecamatan dan kader akar rumput yang bekerja keras bersama para calon legislatif di lapangan — apresiasi setinggi‑tingginya disampaikan kepada mereka semua.

"Melalui Musda ke‑XI ini, Golkar bertekad terus berupaya meningkatkan wakil rakyat di periode mendatang, " pungkasnya. 
 
Ketua Panitia Penyelenggara, Hendra Suwardi, melaporkan rincian peserta: 46 wakil dari 27 kecamatan, 20 orang dari organisasi Hasta Karya, serta 40 pengurus DPD II Aceh Utara. “Persiapan matang membuahkan hasil lancar — semoga Musda ini menjadi titik kebangkitan dan mampu melipatgandakan perolehan kursi ke depan,” harapnya.
 
Acara berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 150 peserta, meliputi pengurus partai, organisasi sayap, serta tokoh politik penting, diantaranya Ketua DPD I Golkar Aceh — H. M. Salim Fakhri, Anggota DPR RI Dapil II Aceh — Ilham Pangestu, Wakil Bupati Aceh Utara — Tarmizi, Ketua KIP Aceh Utara — Hidayatullah Akbar,  Ketua Bawaslu Aceh Utara — Syahrizal. (tim/red) 
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image