Khairul Mahalli : Katalisator Ekonomi Indonesia Integrasi EPI, Startup Media
![]() |
| Khairul Mahalli |
Jakarta I Gebrak24.com - Ketua Umum Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI), Khairul Mahalli siap membentangkan makalahnya berjudul "Katalisator Ekonomi Indonesia (KEI), Integrasi EPI, Startup Media, Ekonomi Desa, Investor, Teknologi dan Logistik" di Hall Dewan Pers Jakarta Pusat, Kamis 27/8/2026.
Mahalli akan tampil di situ atas undangan Pengurus Pusat Serikat Media Serber Indonesia (SMSI) dalam rangka merealisasikan program SMSI sekaligus
Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa dan Dialog Nasional
"Ya, saya siap membahas makalah dalam forum tersebut atas undangan Pengurus Pusat.SMI," kata Mahalli kepada media ini, Sabtu 22/8/2026.
Mahalli menyebutkan "Ringkasan Eksekutif & Visi Indonesia tengah berada pada momentum perubahan rantai pasok dan ekonomi digital global.
"Kita tidak boleh hanya menjadi pasar, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat produksi, investasi, teknologi, perdagangan, dan distribusi regional.
Ekosistem Integrasi Ekonomi Indonesia (EPI) diusulkan sebagai platform yang menjembatani potensi lokal dengan pasar global," jelas Mahalli seputar point-point yang akan disampaikan pada acara tersebut
Menurut Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) ini konsep dasarnya adalah memindahkan nilai ekonomi dari desa (sebagai basis produksi) menuju pasar internasional melalui jaringan logistik dan permodalan yang efisien.
"Bukan hanya itu Rantai Nilai Ekonomi Baru
Integrasi ini juga menciptakan sebuah rantai nilai yang utuh, di mana setiap pilar memiliki fungsi," katanya seraya menyebutkan spesifik:.MEDIA (Visibilitas) → DATA (Terukur) → CAPITAL (Pembiayaan) → TECHNOLOGY (Produktivitas). PRODUCTION (Desa) → LOGISTICS (Pergerakan) → MARKET (Nilai Tambah)
Menyinggung tentang Pilar Utama Ekosistem (EPI), Mahalli melukiskan Ekonomi Desa (Basis Produksi): Menerapkan konsep One Village – One Economic Profile.
Desa didokumentasikan potensinya secara digital (produk, kapasitas, akses, kebutuhan logistik) sehingga menjadi visible, measurable, investable, dan scalable.
Startup Media (Mesin Informasi):
Berevolusi dari media berita menjadi platform intelijen ekonomi, pencerita potensi daerah, dan pembangun kredibilitas untuk menarik investor.
• Investor & Modal Global: Bergeser dari mencari proyek menjadi menemukan proyek
(Investment Pipeline). Modal global diarahkan menjadi Productive Capital (mencakup dana, teknologi, keahlian, dan akses pasar).
Berbicara dengan Teknologi Global, Mahalli merincikan akan menjadi pengungkit produktivitas (AI, IoT, Smart Logistics), bukan sekadar dan bukan alat konsumsi.
Fokus pada adaptasi dan inovasi.
"Logistik (Tulang Punggung): Diinisiasi sejak awal proyek, bukan setelah produksi selesai.
Logistik (termasuk peran sentral ASDEKI dan depo kontainer) memastikan pergerakan fisik barang menuju pasar global dengan mengutamakan efisiensi biaya, waktu, dan konektivitas," papar Mahalli.(tiar)
