BREAKING NEWS

 


Philipus B Sundi,ST : Bank Sentral Seluruh Dunia Kini Aktif Lakukan Riset, Uji Coba dan. Sosialisasi Tentang CBDC

 


Medan I Gebrak24.com - Tak bisa dipungkiri  Bank Sentral di seluruh dunia kini aktif melakukan riset, uji coba, dan sosialisasi mengenai penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau Mata Uang Digital Bank Sentral.

"Hal ini mengisyaratkan bahwa ke depan uang digital  akan meninggalkan uang kertas dalam waktu tak lama lagi," ujar pengamat teknologi digital, Philipus B Sundi,ST (foto) menjawab pertanyaan media ini seputar mata uang digital di Medan, Senin 31/8/2026.

Ketua Komunitas Pioneer PI Network Penajam Pasir Utara Kaltim ini menyatakan Pi Network adalah proyek mata uang digital atau kripto yang memungkinkan pengguna melakukan penambangan (mining) langsung melalui aplikasi ponsel pintar tanpa memerlukan perangkat keras mahal.

"Seperti kita ketahui bahwa digitalisasi mengubah cara manusia dalam beraktivitas e​konomi dan keuangan. Digitalisasi  membuat aset kripto tumbuh begitu cepat seiring pertumbuhan ekonomi yang turun tajam," kata Philipus. 

Ketua Yayasan Rumah Pi Nusantara (YPRN) Penajam Pasir Utara Kaltim ini juga mengakui  kebijakan moneter dan fiskal longgar terjadi  di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. 

"Itu sebabnya aset kripto memiliki potensi untuk mengembangkan inklusi dan efisiensi sistem keuangan, namun di sisi lain juga berpotensi menimbulkan sumber risiko baru yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi, moneter, dan sistem keuangan," jelas  Philipus mantan staf salah satu BUMN ini.

Berbicara tentang Bank Sentral, Philipus menggambarkan bahwa menjajaki desain dan penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau mata uang digital diterbitkan oleh bank sentral. 

Tak heran lanjutnya bank- bank sentral dunia menurut informasi terakhir telah  melakukan tahapan riset dan percobaan sesuai dengan karakteristik negaranya masing-masing. Selain itu, dukungan dan masukan industri juga merupakan masukan penting bagi bank sentral dalam merencanakan desain CBDC.

Menyinggung tentang perkembangan ter baru Pi Network tahun 2026,  Philipus B Sundi melukiskan, proyek besar  ini berfokus pada peningkatan infrastruktur protokol blockchain dan perluasan utilitas ekosistem. 

"Masih teringat kita.ketika Pi Network tampil yang cukup mengesankan di panggung global lewat partisipasi pendirinya sebagai sponsor resmi dan pembicara kunci di ajang Consensus 2026 di Miami pada Mei 2026. Bagi para pioneer kegiatan ini merupakan sebuah tonggak bersejarah dalam perjalanan Pi Network," papar Philipus, yang juga Alumni UMSU Medan ini.

Agaknya perlu dicatat tampilnya Co-founder Nicolas Kokkalis dan Dr. Chengdiao Fan yang memamerkan teknologi identitas digital ter verifikasi dan utilitas dunia nyata di Consen sus 2026 beberapa waktu lalu membuat pio neer di seluruh dunia merasa bangga.

"Hal ini terkesan semakin mendorong kita untuk tetap fokus pada perkembangan kinerja Pi Network yang terus berupaya untuk memberi yang terbaik kepada para pioneernya di manapun berada," pungkas Philipus B Sundi yang juga Ketua KPIG Kota Medan ini mengakhiri pembicaraannya.(tiar)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image