BREAKING NEWS

 


Kaban Kesbangpol Aceh Utara Ajak Pemilih Pemula Jauhi Jual-Beli Suara: Pilih yang Berintegritas!

 


Aceh Utara I Gebrak24.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Aceh Utara menggelar edukasi politik bagi pemilih pemula di SMK Negeri 1 Syamtalira Aron, Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 100 siswa-siswi sekolah setempat dengan mengusung tema "Generasi Emas Aceh Utara: Dari Pemilih Pemula Menjadi Penggerak Perubahan".

Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Aceh Utara, Adharyadi, S.Sos, menegaskan bahwa pendidikan politik bagi generasi muda bukan sekadar instruksi teknis mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Lebih dari itu, langkah ini merupakan investasi jangka panjang untuk menanamkan nilai demokrasi.

"Pendidikan pemilih adalah upaya menanamkan nilai demokrasi untuk membentuk warga negara yang memahami, mengawasi, dan ikut menjaga keberlangsungan bangsa," ujar Adharyadi dalam sambutannya. 

Dalam pemaparannya, Adharyadi mengingatkan para pelajar agar tidak mudah tergiur oleh iming-iming materi atau keuntungan sesaat menjelang pesta demokrasi. Kualitas seorang pemimpin, menurutnya, sangat ditentukan oleh kecerdasan para pemilihnya.

"Pilihlah partai atau calon yang memiliki kompetensi dan integritas. Kualitas pemilih sama pentingnya dengan kualitas pemimpin. Tanpa etika, kemenangan tidak akan membawa kesejahteraan yang berkelanjutan," cetusnya.

Ia menambahkan, pemilih yang cerdas dan paham proses akan meminimalkan potensi kecurangan, konflik, serta praktik jual-beli suara (money politics). Hal ini penting agar pemimpin yang terpilih nantinya memiliki legitimasi hukum dan moral yang kuat.

Adharyadi menguraikan ada tiga sasaran strategis yang ingin dicapai melalui program pendidikan politik ini adalah Pelajar diharapkan tidak hanya datang mencoblos ke TPS, melainkan ikut mengawal jalannya pemerintahan, menagih janji kampanye, serta mengevaluasi kebijakan pasca-pemilu.

Selain membekali generasi muda agar kritis, tidak mudah dimanipulasi, dan paham bahwa proses politik berdampak langsung pada kehidupan mereka, serta pedidikan pemilih untuk mendorong partisipasi berbasis kesadaran dan tanggung jawab moral sebagai warga negara, bukan karena imbalan materi.

Kesbangpol Aceh Utara berkomitmen penuh untuk melakukan pendekatan pendidikan politik yang relevan dengan perkembangan teknologi dan karakter gen-Z. Adharyadi juga menggarisbawahi bahwa agenda ini tidak bisa dikerjakan sendirian oleh pemerintah.

"Ini menjadi tanggung jawab bersama: penyelenggara pemilu, pemerintah, partai politik, perguruan tinggi, hingga organisasi masyarakat. Selain itu, edukasi harus dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya mepet menjelang pemilu saja," pungkasnya.

Jalannya sosialisasi dan diskusi interaktif ini dipandu oleh Juanda, S.I.Kom, tokoh muda yang juga merupakan Pemuda Pelopor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Agenda edukasi berlangsung dinamis dan interaktif, terlihat dari tingginya antusiasme para siswa SMKN 1 Syamtalira Aron dalam sesi tanya jawab seputar dunia pemilu. (tim/red). 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image