SMPN 1 Cot Girek Peringati Maulid Nabi 1448 H, Tanamkan Akhlak dan Adab di Dunia Digital
Aceh Utara I Gebrak24.com – SMP Negeri 1 Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW, Menebar Kebaikan dan Menjaga Adab di Dunia Digital”, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah sejak pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh Kepaladisdibud Aceh Utara, H.Jamaluddi,S.Sos.,M.Pd, Kabid Sapras dan Kabid Dikdas serta takoh Takoh dari seputaran Cot Girek, dewan guru, staf tata usaha, peserta didik serta tamu undangan dalam suasana religius dan penuh kebersamaan.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta lantunan shalawat bersama yang dipimpin grup Rohis dan OSIS SMPN 1 Cot Girek.
Kepala SMP Negeri 1 Cot Girek, M. Amin, S.Pd.I., M.A., diwakili oleh wakil kepala Bagian Kurikulum Rufiati, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema Maulid tahun ini sangat relevan dengan tantangan generasi muda di era digital.
Ia mengajak para siswa tidak hanya cakap dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu menjaga adab dan perilaku sesuai dengan akhlak Rasulullah SAW.
Melalui kegiatan tersebut, ia berharap dapat berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi seluruh warga sekolah untuk semakin mencintai Rasulullah dan mengamalkan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki acara inti, tausiah hikmah Maulid disampaikan oleh Ustad Triyadi, S.Pd., yang mengulas pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penggunaan media sosial.
Dalam tausiahnya, Ustad Triyadi menekankan tiga hal penting, yakni meneladani sifat Rasulullah, menjadikan media digital sebagai sarana menebar kebaikan, serta menjaga adab dalam berkomunikasi di dunia maya.
Ia menjelaskan, sifat Siddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran), dan Fathanah (cerdas) harus menjadi pedoman bagi siswa sebelum mengunggah, berkomentar maupun membagikan informasi di media sosial.
Menurutnya, handphone dan media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana dakwah, berbagi ilmu, menyampaikan motivasi serta memperbanyak shalawat, bukan untuk menyebarkan hoaks, ghibah maupun ujaran kebencian.
“Jari-jari kalian akan dimintai pertanggungjawaban. Gunakan untuk menebar kebaikan, menyebar ilmu, shalawat, dan motivasi, bukan untuk ghibah, hoaks, dan ujaran kebencian. Itulah cara kita mencintai Rasulullah di zaman now,” tegas Ustad Triyadi.
Ia juga mengingatkan bahwa adab terhadap guru, orang tua dan sesama teman harus tetap dijaga, baik dalam kehidupan nyata maupun di dunia digital. Sikap santun dalam berkomunikasi melalui WhatsApp dan media sosial merupakan cerminan akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah SAW.
Tausiah yang disampaikan dengan bahasa dekat dengan kehidupan remaja serta diselingi kisah inspiratif Sirah Nabawiyah tersebut membuat para siswa antusias dan khusyuk mengikuti kegiatan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ustad Triyadi, penampilan Dikee Maulid Aceh oleh para murid, serta ditutup dengan kenduri Maulid dan makan bersama. (tim/red).

