Tak Penuhi Standar, Pemerintah Tak Segan Tutup Operasional Dapur MBG Nakal
![]() |
| Ronny H |
Aceh I Gebrak24.com - Pegiat Sosial Aceh, Ronny H, meminta Kapolres dan Bupati Aceh Timur, memastikan tidak ada dapur MBG nakal di wilayah kerjanya, dan segera menyegel serta menutup dapur MBG tersebut jika terbukti curang, melanggar ketentuan dan hukum berlaku.
Hal itu disampaikannya menyusul banyaknya laporan informasi masyarakat yang kecewa dan marah, mengeluhkan menu MBG di sekolah yang diduga tidak sesuai anggaran dan ketentuan.
" Kami minta pak kapolres dan bupati memastikan tidak ada dapur MBG nakal di wilayah kerjanya, dengan menu ugal - ugalan dan tak sesuai anggaran, tapi jika nanti ditemukan adanya kecurangan atau pelanggaran berat, sebaiknya disegel atau ditutup saja dapur MBG nya," kata Ronny, Senin 26 Januari 2026.
Dia meminta agar penegak hukum dan pihak terkait benar - benar memperhatikan kritikan dan keluhan masyarakat soal MBG tersebut, agar kekecewaan dan kemarahan masyarakat tidak memuncak, apalagi jika tersulut provokasi, ditambah lagi polemik seputar penanganan bencana banjir.
" Aparat mesti memperketat pengawasannya pada setiap dapur MBG, agar bekerja profesional dan tidak berlaku curang, jangan sampai masyarakat marah nanti dan tidak terkendali, apalagi diprovokasi, jadi sebaiknya semua diantisipasi sejak dini," sebut Ronny.
Sebagai pendukung setia program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo, Ronny mengaku tidak dapat menerima jika ada kecurangan atau praktek kotor korupsi pada program yang bertujuan membantu meningkatkan pemenuhan gizi jutaan anak tersebut.
Ia mengungkapkan akan melakukan gerakan lebih keras lagi bersama masyarakat, apabila peringatannya diabaikan penegak hukum dan pihak terkait.
" Saya secara pribadi tidak akan menerima jika terjadi praktek kecurangan korupsi luar biasa di program MBG ini, karena melalui program ini saya yakin banyak anak - anak sekolah tertolong, terutama yang kurang mampu sebagaimana yang kami cita - citakan," ungkapnya.
" Khusus di Aceh terutama di Aceh Timur, kami siap menghadapi siapa pun dia dan siapa pun backingannya yang coba - coba curang atau korupsi dengan mengorbankan nasib dan hak anak - anak masyarakat Aceh di program ini, saya siap bertaruh nyawa untuk anak - anak tersebut, ingat itu," tegas Putera Idi Rayeuk tersebut.
Menurut Ronny, para rekanan atau pengelola dapur MBG telah diberikan keuntungan yang jelas oleh pemerintah sesuai ketentuan berlaku. Kemudian para pemasok pun mendapatkan keuntungan yang lumayan, jadi dia berharap tidak ada pihak yang mencoba mencari keuntungan berlebihan dengan mengorbankan hak anak - anak Aceh, yang hendak diperbaiki gizinya oleh negara.
" Kalau saya tidak salah itu pemilik dapur atau rekanan atau apalah itu namanya, mereka diberi keuntungan Rp. 2000 per porsi oleh pemerintah setiap hari, jadi dikalikan aja berapa ribu porsi sehari, berapa sekolah, terus pemasok bahan makanan itu juga dapat untung dari pedagang, itu kalangan mereka juga, jadi kalau masih mau korupsi dengan memangkas menu sampai tidak layak dan tidak sesuai anggaran, itu biadab namanya, tidak bersyukur," ujar pengkritik cadas itu.
Dia menambahkan bahwa kritikannya itu ditujukan kepada pihak dapur MBG apabila ada yang melakukan kecurangan. Dan dia mengaku siap membantu dapur MBG yang dibully tanpa kesalahan yang fatal.
" Mereka pihak dapur mau dapat untung berapa kami tidak persoalkan itu, karena bagi kami itu juga patut disyukuri karena memajukan pengusaha lokal dan pekerja, semuanya tidak masalah selama itu merupakan keuntungan yang sah, yang kami permasalahkan itu adalah menu yang tidak sesuai jumlah anggaran atau terkesan disajikan secara ugal - ugalan," ucap Eks Ketua Forum Pers Independent Indonesia ( FPII) Provinsi Aceh itu.
Dia menghimbau pihak media dan masyarakat juga mengontrol dan mengawasi secara ketat pelaksanaan program MBG di lingkungannya masing - masing, agar terlaksana sesuai aturan dan visi yang dicanangkan presiden.
" Masyarakat dan media mesti awasi ketat ini, gak perlu takut, itu uang negara yang dipakai, bukan duitnya yang punya dapur MBG, jadi masyarakat berhak mengawasi, kabari ke wartawan terdekat jika masyarakat tidak berani mengungkapkannya, tapi harus jelas buktinya, jangan fitnah atau hoax," tegasnya.
Ronny berharap, program MBG di Aceh bisa terlaksana dengan baik dan membawa keuntungan dan kebaikan bagi semua pihak. Dia juga berharap pihak legislatif turut aktif memantau jalannya program tersebut.
" Kami berharap program ini bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan, kami juga berharap dewan bisa mengawasi secara ketat program ini dengan membela hak - hak masyarakat, jangan malah membela dapur MBG nakal, sebab tujuan MBG ini agar jutaan anak bisa bahagia, bukan malah berderai air mata," pungkas Alumni Universitas Ekasakti tersebut. (tim/red)
