Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pengurus MGMP Aceh Utara Resmi Dilantik: Fokus pada Metode Mengajar Berdaya Saing
Acara yang berlangsung khidmat ini mengusung tema strategis: "Penggunaan Metode Mengajar untuk Mutu Pendidikan yang Siap Berdaya Saing".
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis) Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Johan menegaskan bahwa MGMP bukan sekadar wadah seremonial, melainkan "laboratorium ide" bagi para guru untuk menciptakan pembelajaran yang hidup dan bermakna. Hal ini sejalan dengan visi yang tertuang dalam buku Membangun Budaya Mutu Sekolah di Aceh Utara, yang menegaskan bahwa kualitas pendidikan lahir dari praktik di kelas, bukan sekadar administrasi.
Ada tiga poin utama yang ditekankan bagi para pengurus MGMP yang baru dilantik untuk membawa perubahan nyata di sekolah, sebutnya, selain guru diminta meninggalkan metode ceramah satu arah dan beralih ke pembelajaran aktif serta berdiferensiasi. Fokus akreditasi saat ini adalah kinerja nyata, di mana setiap siswa—baik di pesisir maupun pedalaman—harus mendapatkan pengalaman belajar yang bermutu.
Selain itu juga mengusung filosofi Aneuk Talindong, Agama Tapeukong serta Aneuk Meutuah (Beucarong, Beumeusyuhu), pendidik diharapkan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tapi juga memiliki akhlak mulia dan menjaga martabat Aceh. Serta MGMP harus menjadi komunitas belajar (learning community) yang kuat untuk saling berbagi praktik baik dan inovasi pembelajaran guna mewujudkan "Aceh Utara Bangkit".
"Jadikan amanah ini sebagai ladang ibadah dan setiap metode mengajar sebagai kunci untuk membuka masa depan anak-anak kita," pungkasnya di hadapan para Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, dan guru-guru hebat yang hadir.
Dengan pelantikan ini, diharapkan sekolah-sekolah di Aceh Utara mampu menjadi benteng terdepan pendidikan yang unggul dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (tim/red).

.jpg)
