BREAKING NEWS


 

_Opini_ EJEKAN: Fakta Sejarah 20 Abad Lalu


Oleh: Martin Sembiring (Konsuler KAM) 

Dua puluh abad telah berlalu, namun gema peristiwa di Bukit Tengkorak masih menjadi titik pusat kompas sejarah manusia. Bagi banyak orang, iman adalah soal keyakinan batin yang mendalam. Namun bagi pencari kebenaran, iman yang kokoh haruslah berpijak pada bumi kenyataan yang nyata

Seringkali kita mendengar bahwa kisah penyaliban Yesus hanyalah narasi internal umat beriman. Namun, sejarah memiliki caranya sendiri untuk berbicara—melalui tangan para penulis yang justru skeptis, bahkan mereka yang memandang rendah kekristenan awal. Kebenaran itu justru tersingkap dengan jernih dari kesaksian pihak luar.

Seorang satiris Yunani kuno, Lucian dari Samosata, dalam karyanya The Passing of Peregrinus (sekitar 165 M), menuliskan dengan nada ejekan tentang orang-orang Kristen yang menyembah seorang tokoh yang memperkenalkan ajaran baru dan akhirnya disalibkan. Lucian tidak sedang berkhotbah; ia sedang menyindir. Namun di balik sindiran itu, ia secara tidak sengaja meletakkan batu penjuru sejarah: bahwa Yesus benar-benar ada, benar-benar mengajar, dan benar-benar mati di kayu salib.

Kesaksian ini senada dengan catatan Cornelius Tacitus, sejarawan Romawi, dan Flavius Josephus, sejarawan Yahudi. Keduanya mengonfirmasi eksekusi Yesus di bawah pemerintahan Pontius Pilatus—catatan yang dibuat oleh orang-orang yang tidak memiliki kepentingan untuk memuliakan-Nya, namun tak bisa menolak fakta yang ada.

Makna bagi Kita Hari Ini

Apa artinya fakta ini bagi kita sekarang? Ia adalah "kompas" yang menunjukkan bahwa spiritualitas kita tidak berdiri di atas awan mitos, melainkan berakar pada ruang dan waktu yang nyata. Kehadiran Kristus di panggung sejarah dunia—diakui oleh kawan maupun lawan—menegaskan bahwa kasih yang Ia ajarkan bukanlah konsep abstrak, melainkan tindakan nyata yang berani menghadapi penderitaan paling rendah sekalipun.

Ketika sejarah dan iman bertemu, kita tidak lagi sekadar percaya karena mendengar, tetapi karena menyadari bahwa Sang Kebenaran telah menapakkan kaki-Nya di tanah yang sama dengan yang kita pijak hari ini.

Referensi Pustaka & Bacaan Lanjutan

Untuk mendalami validitas sejarah dan literatur kuno terkait subjek ini, berikut adalah referensi yang dapat dijadikan rujukan:

  • Lucian of Samosata. The Passing of Peregrinus. (Tersedia dalam seri Loeb Classical Library, Vol. V, diterjemahkan oleh A.M. Harmon). Catatan: Karya ini menunjukkan bagaimana masyarakat pagan abad ke-2 memandang kekristenan.
  • Tacitus, Cornelius. Annals (Annales), Buku XV, Bab 44. Catatan: Sumber Romawi yang menyebutkan "Christus" dieksekusi oleh Pontius Pilatus.
  • Josephus, Flavius. Antiquities of the Jews (Antiquitates Judaicae), Buku XVIII, Bab 3. Catatan: Dikenal sebagai "Testimonium Flavianum", catatan sejarah Yahudi tentang Yesus.
  • McDowell, Josh. The New Evidence That Demands a Verdict. Thomas Nelson Publishers. Catatan: Buku komprehensif yang mengumpulkan dokumen-dokumen sejarah non-alkitabiah.
  • Habermas, Gary R. The Historical Jesus: Ancient Evidence for  the Life of Christ. College Press. Catatan: Analisis mendalam mengenai sumber-sumber kuno di luar Perjanjian Baru. ***

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar