Pulihkan Ekonomi Pasca-Banjir, Pemkab Aceh Utara Usulkan Rp26 Triliun di Musrenbang 2027
Aceh Utara I Gebrak24.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2027 dengan fokus utama pemulihan kualitas hidup masyarakat pascabencana. Dalam forum strategis ini, Pemkab mengungkapkan kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi mencapai angka Rp26 triliun lebih.
Sambutan Bupati Aceh Utara yang disampaikan oleh Wakil Bupati, Tarmizi Payang, menegaskan bahwa pembangunan tahun 2027 akan mengusung tema “Pembangunan Berbasis Ketahanan Sosial, Ekonomi, dan Infrastruktur untuk Pemulihan Kualitas Kehidupan Masyarakat Aceh Utara Pascabencana.”
“Musrenbang ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum krusial untuk memastikan setiap program menjawab langsung kebutuhan masyarakat, terutama setelah tantangan besar banjir hidrometeorologi di akhir 2025 lalu,” ujar Tarmizi Payang di hadapan peserta musyawarah, Selasa (31/3/2026).
Dalam paparannya, Tarmizi mengungkapkan bahwa Aceh Utara masih menghadapi tantangan serius. Berdasarkan data 2025, angka kemiskinan tercatat sebesar 14,27 persen atau sekitar 93.430 jiwa. Meski demikian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan tren positif di angka 74,29.
Situasi semakin menantang akibat dampak banjir akhir 2025 yang merusak infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, hingga mengganggu sektor pertanian dan perdagangan.
“Kita harus membangun lebih baik (build back better). Langkah konkret yang diambil adalah menyusun rencana rehabilitasi dengan total usulan Rp26 triliun yang akan bersumber dari sinergi Pemerintah Pusat, Provinsi, hingga Kabupaten,” tambahnya.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Aceh Utara menetapkan lima fokus utama, yakni memperbaiki fasilitas publik, jalan, dan irigasi terdampak bencana. Penguatan sektor pertanian, perikanan, dan UMKM sebagai tulang punggung daerah.
Kemudian, peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan, dan program pemberdayaan masyarakat dan pembukaan lapangan kerja untuk menekan angka pengangguran, serta penguatan ketahanan lingkungan guna mengurangi risiko bencana di masa depan.
Tarmizi menutup sambutannya dengan mengajak seluruh elemen—mulai dari DPRK, dunia usaha, hingga akademisi—untuk berkolaborasi.
“Keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai pemerintah sendirian. Butuh sinergi dan solusi nyata agar Aceh Utara menjadi lebih maju, tangguh, dan sejahtera,” pungkasnya. (tim/red).


