Percepat Rehabilitasi Sawah Terdampak Banjir di Pidie Jaya, Kementan Pastikan Petani Segera Tanam Kembali
0 menit baca
Meureudu I Gebrak24.com - Kementerian Pertanian (Kementan) RI bergerak cepat melakukan rehabilitasi lahan sawah yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Langkah ini diambil untuk memastikan siklus tanam tidak terganggu dan petani dapat segera kembali turun ke sawah.
Ketua Kelompok Substansi Perancangan Teknis Perlindungan dan Optimasi Lahan Kementan, M. Fauzan Ridha, menegaskan bahwa percepatan ini merupakan prioritas untuk menjaga produktivitas lahan petani.
"Kami mengupayakan percepatan rehabilitasi pada sejumlah hektare lahan terdampak agar sawah bisa segera ditanami kembali. Ini penting agar tidak mengganggu kalender tanam petani," ujar Fauzan saat meninjau lokasi di Desa Alue Keutapang, Kecamatan Bandar Dua Ulee Glee, baru-baru ini.
Fokus pada Irigasi dan Pasokan Air
Dalam kunjungan lapangan tersebut, tim Kementan bersama pemerintah daerah memantau langsung pembersihan saluran irigasi yang sebelumnya tertimbun lumpur akibat banjir. Saat ini, saluran tersebut telah dibersihkan guna menjamin kelancaran pengairan ke lahan pertanian warga.
Selain pembersihan fisik, tim juga melakukan pengecekan debit air di kawasan irigasi Kumba. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air mencukupi seluruh kebutuhan petani selama masa tanam berlangsung.
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, melalui Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, M. Nur, menyatakan komitmennya untuk terus mengawal pemulihan sektor pertanian di wilayahnya. Ia menegaskan pihak daerah aktif berkoordinasi dengan pusat agar bantuan bagi petani terdampak bisa segera terealisasi.
"Kami terus berjuang agar dukungan tambahan dari pemerintah pusat segera turun. Bantuan ini ditujukan bagi petani yang lahan sawahnya mengalami kerusakan, baik kategori berat, sedang, maupun ringan," jelas M. Nur.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, para penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat. Saat ini, proses rehabilitasi masih terus berlangsung di beberapa titik krusial di Pidie Jaya sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan daerah pascabencana. (din/Li)


