Di Bawah Langit Diam
0 menit baca
👍🏿 Umar A Pandrah
Aku tumbuh di desa sederhana
di mana angin membawa cerita dari sawah ke sawah
dan senja selalu pulang
dengan warna yang sama
jingga perlahan tenggelam
dalam sunyi.
di antara jalan tanah dan pohon-pohon tua,
aku mengenalmu.
seorang pemuda desa mata dalam,
seperti menyimpan rahasia
hujan tak pernah jatuh.
kita tak pernah benar-benar saling menyapa,
hanya bertukar pandang
seperti dua orang asing yang terlalu takut
mengakui bahwa hati mereka saling menemukan.
aku mencintaimu diam-diam
seperti embun setia menunggu pagi,
meski tahu matahari menghapusnya
tanpa sisa.
Setiap langkahmu adalah puisi,
setiap senyummu adalah luka indah.
dan aku… hanya gadis desa
menulis namamu di langit-langit ingatan.
hingga suatu hari
kau pergi tanpa kata.
seperti angin tak pernah berjanji untuk kembali.
kini desa tetap sama
angin masih berbisik
dan senja tetap pulang
dengan warna itu-itu saja.
Hanya aku berubah—
belajar mencintai tak selalu memiliki,
kadang hanya tentang merelakan
dan tetap hidup bersama kenangan tak pernah selesai.
Pandrah Awal Mei 2026


