BREAKING NEWS


 

Seulawah dalam Tasbih Langit

 


L K Ara



Di kejauhan
Gunung Seulawah Agam
berdiri seperti seorang wali tua
yang tak banyak bicara,
namun setiap diamnya
mengandung ribuan hikmah.

Puncaknya diselimuti awan
bagai sorban putih para aulia,
sementara hutan-hutannya
adalah sajadah hijau
tempat embun bersujud sebelum pagi.

Aku memandangnya lama—
dan tiba-tiba merasa kecil.

Betapa manusia sering merasa besar
hanya kerana memiliki jabatan,
pujian,
atau sedikit harta dunia,
padahal di hadapan gunung
ia cuma bayang-bayang rapuh
yang mudah hilang diterpa usia.

Angin dari Seulawah
membawa bau tanah basah
dan suara tak terdengar
yang seakan berkata:

“Wahai anak Adam,
kau berjalan di bumi
bukan untuk menyombongkan langkah,
tetapi untuk mencari jalan pulang.”

Maka burung-burung yang terbang rendah
menjadi ayat-ayat kecil
tentang kebebasan jiwa,
dan kabut yang turun perlahan
mengajarkan rahasia ikhlas:

bahwa sesuatu yang suci
tak selalu harus terlihat jelas.

Di lerengnya
air mengalir tanpa meminta nama,
seperti para guru tua di kampung-kampung Gayo
yang mengajar mengaji
tanpa berharap dikenang.

Aku teringat pada ibu
yang diam-diam bangun malam
mendoakan anak-anaknya,
seperti gunung ini
yang diam-diam menjaga bumi
agar tetap teduh.

Kadang manusia datang mendaki
dengan hati penuh riuh,
membawa kamera,
membawa tawa,
membawa keinginan menaklukkan puncak.

Namun ketika sampai di atas,
mereka hanya mampu terdiam.

Sebab di hadapan langit yang luas
kata-kata menjadi kecil,
dan doa-doa menjadi lebih jujur.

Matahari pagi pun terbit
perlahan dari balik kabut,
seperti nur Ilahi
yang masuk ke hati manusia
setelah lama tersesat oleh dunia.

Dan Seulawah tetap tegak,
menjadi menara sunyi
yang mengingatkan:

hidup ini hanyalah perjalanan singkat,
sedangkan pulang kepada Allah
adalah pendakian yang sebenar-benarnya.

Catatan Kaki

Alam dalam tradisi religius Aceh sering dipandang sebagai “ayat kauniyah”, tanda-tanda kebesaran Allah yang dapat dibaca melalui gunung, laut, hujan, dan hutan. Gunung Seulawah bukan sekadar bentang alam, tetapi lambang keteguhan, kesunyian, dan perjalanan ruhani manusia menuju Sang Pencipta. ‎<Pesan ini diedit>

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar