Sosialisasi PKL SMKN 1 Lhoksukon: 145 Siswa Bersiap Magang Enam Bulan, Jangkauan Penempatan Hingga Banda Aceh dan Medan
Aceh Utara I Gebrak24.com — SMKN 1 Lhoksukon menggelar sosialisasi sekaligus penyamaan persepsi pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) bersama wali murid kelas III di Lhoksukon, Senin (10/8/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Azhari, dan menjadi langkah strategis mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja nyata.
Dalam pemaparannya, Azhari menjelaskan bahwa pelaksanaan PKL dijadwalkan mulai 20 Agustus 2026 dengan total 145 siswa yang tersebar di berbagai jurusan: TKR I sebanyak 22 siswa, TKR II 19 siswa, TSM I 27 siswa, TSM II 23 siswa, TSM III 21 siswa, sedangkan jurusan Akuntansi 38 siswa, dan ATPH 5 siswa diberangkatkan pada 1 September 2026).
"Terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah meluangkan waktu untuk hadir hari ini, duduk bersama dan menyamakan persepsi demi putra-putri kita," ujar Azhari membuka pertemuan.
Ia kemudian memaparkan struktur pembelajaran sesuai ketentuan kurikulum: pada kelas I, perbandingan teori dan praktik adalah 40:60; masuk kelas II, porsi praktik meningkat menjadi 70 persen dan teori 30 persen.
"Dan di sinilah puncaknya — kelas III. Inilah tahap penerjemahan seluruh ilmu yang telah didapat selama dua tahun sebelumnya. Apa yang dipelajari di kelas I dan kelas II, nantinya akan diterapkan langsung di dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja," jelas Azhari.
Sesuai penerapan Kurikulum Merdeka/Spektrum, PKL kini diwajibkan berlangsung selama enam bulan — lebih lama dibanding kurikulum sebelumnya yang hanya dua hingga tiga bulan. Seharusnya siswa sudah mulai ditempatkan pada awal Agustus, namun pelaksanaan mengalami penyesuaian.
"Mengingat ketentuan enam bulan tersebut, kami berupaya mempercepat prosesnya. Jika seluruh persiapan selesai pada tanggal 17 bulan ini, siswa diharapkan sudah dapat mulai ditempatkan paling lambat bulan Oktober atau November nanti, sehingga rangkaian PKL dan ujian akhir dapat berjalan sesuai jalur yang telah ditetapkan," paparnya.
Jangkauan wilayah penempatan siswa sangat luas: paling jauh ke arah barat hingga Banda Aceh, ke arah timur sampai Langsa, bahkan ada yang ditempatkan hingga wilayah Medan. Penempatan ini diharapkan dapat dipastikan dan dimantapkan paling lambat pada bulan Rabi'ul Awwal.
"Selama satu bulan pertama setelah penempatan, pihak sekolah akan turun langsung melakukan pemantauan dan monitoring. Bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk menyayangi, mendampingi, dan mencari kesepakatan bersama demi kebaikan anak-anak," tegasnya.
Pesan yang paling ditekankan adalah menjaga kehormatan dan nama besar almamater. "Ke mana pun kalian ditempatkan, embel-embel 'SMKN 1 Lhoksukon' itu melekat pada diri kalian. Jagalah nama itu, jangan sampai ada hal yang merusaknya," pesan Azhari.
Kepala Sekolah juga mengajak siswa dan orang tua mengubah pola pikir, terutama bagi jurusan Teknik Sepeda Motor yang paling banyak peminatnya. "Banyak yang berpikir, lulusan bengkel ya cuma bisa di bengkel. Padahal lihatlah, ada yang lahir dari bengkel lalu melanjutkan kuliah hingga jenjang S2. Ini buktinya," ujarnya memberi semangat.
Ia juga mengingatkan bahwa dunia kerja tidak selalu nyaman. "Tetapi di situlah letak perubahannya — mereka yang mampu bertahan dan beradaptasi, justru yang akan menang."
Pertemuan ini ditutup dengan diskusi terbuka antara pihak sekolah dan para wali murid guna mematangkan segala persiapan pelaksanaan PKL, agar berjalan aman, tertib, dan mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. (tim/red)
