Tokoh Masyarakat Syamtalira Aron Ajak Warga Jadikan Maulid 1448 H Momentum Perkuat Silaturahmi
Aceh Utara I Gebrak24.com – Tokoh masyarakat Kecamatan Syamtalira Aron, H. Muhammad Yusuf Hasan, mengingatkan agar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan yang berakhir setelah kenduri dan ceramah selesai.
Hal tersebut disampaikan H. Muhammad Yusuf Hasan pada Selasa, 25 Agustus 2026 pada acara peringatan maulid di Masjid Taqwa Keude Aro, kecamatan Syamtalira Aron. Ia berharap suasana Maulid tahun ini benar-benar kembali menjadi ruang bertemunya masyarakat untuk mempererat persaudaraan.
Yusuf Hasan mengajak seluruh umat Islam untuk menyambut hari kelahiran Rasulullah dengan keterlibatan nyata. Kontribusi tersebut dapat dimulai dari menghadiri hingga ikut menyukseskan setiap kegiatan yang digelar di masjid maupun meunasah.Menurutnya, kemeriahan Maulid tidak boleh hanya diukur dari banyaknya hidangan yang tersaji atau ramainya jemaah yang datang. Lebih dari itu, nilai hakiki Maulid terletak pada bagaimana masyarakat kembali berkumpul dan saling berbagi.
“Maulid bukan hanya tentang kenduri. Di dalamnya ada silaturahmi, ada sedekah, ada kebersamaan, dan ada kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Karena itu, mari kita hadir dan ikut terlibat dalam setiap kegiatan Maulid,” kata Yusuf Hasan.
Ia juga mengimbau warga untuk memperluas tali silaturahmi dengan tidak membatasi kehadiran di lingkungan sendiri saja. Jika ada undangan dari masjid atau meunasah lain, masyarakat diharapkan menyempatkan diri untuk hadir sebagai bentuk penghormatan.
Yusuf Hasan menilai, tradisi Maulid yang hidup di Aceh merupakan kekayaan sosial dan keagamaan yang patut dipelihara. Kenduri menjadi ruang berbagi, sementara masjid dan meunasah menjadi tempat masyarakat bertemu dalam suasana penuh kekeluargaan.
“Kalau ada kesempatan menghadiri Maulid di tempat lain, datanglah. Kalau dibutuhkan tenaga untuk mempersiapkan acara, bantu. Jangan hanya hadir saat acara dimulai. Mari kita ikut merawat tradisi ini bersama-sama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan substansi dari peringatan ini. Maulid seharusnya menjadi momentum untuk mengingat kembali akhlak Rasulullah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai seperti kejujuran, kepedulian terhadap sesama, sikap saling menghormati, dan gemar berbagi harus terus tumbuh bahkan setelah perayaan berakhir.
H. Muhammad Yusuf Hasan berharap Maulid Nabi 1448 Hijriah dapat dirayakan dengan penuh kegembiraan sekaligus membawa manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Semoga setiap masjid dan meunasah dipenuhi jemaah, setiap kenduri menjadi ruang berbagi, dan setiap pertemuan melahirkan silaturahmi yang lebih kuat. Mari kita rayakan Maulid dengan hati yang gembira dan kita buktikan kecintaan kepada Rasulullah melalui akhlak dalam kehidupan,” pungkasnya. (tim/red).

