Bupati Ismail A. Jalil: Tanam 800 Pohon, Wujud Cinta Sejarah Sekaligus Wariskan Lingkungan Sehat
Aceh Utara I Gebrak24.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menggelar aksi penghijauan massal dengan menanam 800 bibit pohon di Kompleks Makam Sultanah Nahrisyah, Kecamatan Samudra, Jumat (11/9/2026). Kegiatan ramah lingkungan secara simbolis ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh Utara dalam rangka memperingati Milad ke-800 Tahun Samudera Pasai.
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, menegaskan bahwa penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Angka 800 pohon dipilih secara simbolis untuk merefleksikan delapan abad perjalanan sejarah peradaban Islam di Bumi Pase.
"Melalui momentum peringatan sejarah ini, kita ingin mengajak masyarakat untuk ikut menjaga alam. Sebagaimana kita merawat sejarah, kita juga wajib merawat lingkungan demi keberlangsungan generasi masa depan Aceh Utara," ujar Ismail.
Plt.Kepala Dinas LHK Aceh Utara, Saiful Fata, yang juga Koordinator Pelaksana melalui Tim Pembina Adiwiyata Syamsul Rizal menjelaskan bahwa agenda ini diawali dengan ziarah bersama dan penanaman 54 batang pohon secara simbolis di area makam sejarah tersebut. Selain di kompleks makam, bibit pohon juga disebar ke beberapa titik strategis lain, yaitu di Halaman Kantor Bupati Aceh Utara dan lingkungan sekolah-sekolah Adiwiyata di wilayah setempat.
Aksi peduli lingkungan ini melibatkan sekitar 100 siswa dari Sekolah Adiwiyata (sekolah peduli lingkungan) beserta warga sekitar. Kehadiran para pelajar ini sengaja dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap alam sejak usia dini.
Adapun jenis pohon yang ditanam merupakan jenis pohon produktif yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, di antaranya: Mangga, Jambu Madu, Jambu Jamaika, Alpukat, Rambutan, Ketapang Kencana dan Pohon Asan
Melalui perluasan ruang terbuka hijau ini, Pemkab Aceh Utara berharap perayaan hari jadi ke-800 Samudera Pasai tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memberikan dampak nyata yang berkelanjutan bagi kelestarian alam Bumi Pase.***



