Gandeng Kader Adiwiyata, DLHK Aceh Utara Bersihkan Sampah di Pameran Milad Samudra Pasai
Aceh Utara I Gebrak24.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Aceh Utara bergerak cepat menjaga kebersihan selama perhelatan akbar daerah. Menggandeng kader Sekolah Adiwiyata, DLHK menggelar aksi gotong royong massal di area Pameran Milad 800 Tahun Samudra Pasai yang berpusat di Lapangan Kantor Bupati Aceh Utara.
Aksi bersih-bersih lingkungan ini dijadwalkan berlangsung hingga 13 September 2026. Kegiatan ini melibatkan 100 guru/siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA di wilayah Kecamatan Lhoksukon. Langkah proaktif ini diambil guna memastikan lokasi pameran tetap bersih dan nyaman, baik selama acara berlangsung maupun setelah kegiatan selesai.
Plt.Kepala Dinas LHK Aceh Utara, Saiful Fata, melalui Tim Pembina Adiwiyata Syamsul Rizal selaku koordinator aksi bersih-bersih menjelaskan bahwa kolaborasi dengan generasi muda ini merupakan langkah nyata untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini.
"Melalui aksi ini, kami ingin memastikan area pameran tetap bersih dan bebas dari penumpukan sampah setelah acara selesai. Keterlibatan kader Adiwiyata sangat penting untuk menjadi contoh nyata di masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, gerakan pungut sampah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam mewujudkan lingkungan yang ASRI (Aman, Sehat, Bersih, Indah) dan berkelanjutan.
Ia berharap kebiasaan bersih ini tidak hanya berhenti di area pameran, tetapi juga mengakar di lingkungan sekolah dan rumah tangga masing-masing siswa.
"Sekolah yang bersih akan menciptakan lingkungan yang sehat. Dari lingkungan yang sehat inilah kita dapat membangun masa depan yang hebat," pungkasnya.
Kepala SDN 2 Lhoksukon, Mawarni, S.Pd disela-sela aksi gotong royong bersihkan sampah pameran kepada media ini mengatakan, kegiatan-kegiatan serupa hendaknya terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Hal ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana penting untuk melatih dan membentuk karakter generasi muda sejak dini.
Pendidikan tidak hanya berhenti pada teori di dalam kelas. Anak-anak perlu belajar mengaplikasikan ilmu pengetahuan ke dalam kehidupan nyata, termasuk menumbuhkan rasa cinta lingkungan, tanggung jawab bersama, dan kepekaan sosial sejak usia dini.
"Ilmu itu tidak cukup hanya diterima, namun pengamalannya jauh lebih mendalam. Bukan sekadar belajar membaca dan menulis, tetapi bagaimana melakukannya dalam kehidupan sehari-hari itu yang lebih penting," ujar narasumber.
Melalui kegiatan langsung di lapangan, anak-anak dapat merasakan, melihat, dan menikmati langsung dampak positif dari apa yang mereka lakukan. Hal inilah yang diharapkan menjadi bekal berharga, sehingga kelak ketika mereka tumbuh dewasa dan menjadi pemimpin, mental dan kepedulian sosial sudah terbentuk dengan kokoh.
"Apapun program yang bersifat edukasi untuk kepentingan anak-anak dan masyarakat, saya siap mendukung sepenuhnya. Bersama Pak Samsul dan seluruh pihak, kita wujudkan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembang generasi penerus," tambahnya. (tim/red)



