Edukasi 100 Siswa SMAN 1 Baktiya, PKBI Aceh Gelar Layanan Bergerak Mobil Servis Humanitarian
Aceh Utara I Gebrak24.com - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Aceh menggelar kegiatan Mobil Servis Humanitarian di SMA Negeri 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini disambut antusias oleh 100 siswa sekolah setempat.
Program layanan bergerak ini menghadirkan berbagai fasilitas penting untuk remaja. Mulai dari konseling, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi kesehatan reproduksi, hingga sosialisasi pencegahan kekerasan. Jalannya kegiatan turut didampingi oleh Humas Satpol PP dan Linmas Provinsi Aceh, Abdul Hadi, sebagai bentuk sinergi dalam deteksi dini pembinaan siswa.
Tim Relawan PKBI Aceh, dr. Syarkawi, menjelaskan bahwa program inovatif ini bertujuan untuk mengedukasi dan menyosialisasikan kesehatan reproduksi secara masif di kalangan generasi muda.
"Harapan besar kami, upaya jemput bola ini dapat menurunkan angka Infeksi Menular Seksual (IMS) yang rentan terjadi pada usia anak dan remaja," ujar dr. Syarkawi kepada media, Kamis (17/9/2026).
Selain fokus pada kesehatan fisik, PKBI Aceh memberikan edukasi menyeluruh kepada siswa laki-laki maupun perempuan mengenai pentingnya perlindungan anak. Materi yang ditekankan meliputi pencegahan kekerasan berbasis gender, khususnya kekerasan seksual.
"Kami membekali para siswa dengan pengetahuan tentang cara melindungi diri, sekaligus memberikan panduan mengenai tata cara pelaporan yang benar dan aman jika mereka melihat atau mengalami tindakan kekerasan," tambahnya.
Melalui kegiatan dengan pendekatan ramah remaja ini, PKBI Aceh berkomitmen untuk terus menciptakan ruang aman bagi remaja di Aceh agar tumbuh sehat, informatif, dan terlindungi.
Langkah nyata ini mendapat apresiasi penuh dari pihak sekolah. Kepala SMAN 1 Baktiya, Drs. Marzuki Hasan, menyampaikan bahwa kehadiran layanan bergerak ini sangat membantu siswa mendapatkan informasi kesehatan yang akurat langsung dari ahlinya.
"Kegiatan ini dapat membekali generasi muda dengan pengetahuan yang cukup agar terhindar dari perilaku berisiko serta segala bentuk kekerasan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat, " katanya berharap. (tim/red).

