BREAKING NEWS

 


Manis dan Berbobot 2,5 Kg, Bank Sampah Binaan PT PGE Sukses Panen Perdana Melon Organik di Aceh Utara


Aceh Utara I Gebrak24.com – Kebun milik Bank Sampah Mandiri di Desa Nibong Baroh, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara, sukses menggelar panen perdana Melon Golden Alisha pada Kamis, 10 September 2026. Keberhasilan ini menjadi babak baru bagi sektor pertanian ramah lingkungan di wilayah tersebut.

Melon Golden Alisha atau yang akrab disebut Melon Madu ini ditanam menggunakan metode pupuk organik murni. Hasilnya sangat memuaskan, menghasilkan buah berkualitas tinggi, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Acara panen ini dihadiri oleh perwakilan PT Pema Global Energi (PEMA) Mardiyanti Sulaiman, Ketua Forum Geuchik Kecamatan Nibong Isnaini, Geuchik Nibong Baroh Razali, serta pengurus Bank Sampah Mandiri.
Sosok di balik suksesnya budidaya ini adalah Zainuddin, seorang petani muda binaan PT PGE. Ia memanfaatkan pupuk organik yang diproduksi langsung dari kegiatan Bank Sampah Mandiri.
"Kami sama sekali tidak menggunakan bahan kimia. Alhamdulillah, bobot buahnya ada yang mencapai 2 hingga 2,5 kilogram dengan rasa yang sangat manis," ujar Zainuddin. 
Melon varietas ini memiliki ciri khas kulit berwarna kuning keemasan, daging buah kuning muda dengan tekstur lembut, rasa manis yang kuat dan aroma harum, kaya manfaat untuk kesehatan kulit, mata, daya tahan tubuh, serta menurunkan tekanan darah.
Dari total 300 pohon yang ditanam, rata-rata berat buah berkisar antara 1–2 kilogram. Dengan harga jual Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram, melon ini sukses menjadi sumber pendapatan baru bagi pengurus bank sampah.
Perwakilan PT PGE, Mardiyanti Sulaiman, dalam sambutannya mengajak generasi muda untuk ikut bergerak memanfaatkan lahan kosong.
“Kepada para petani milenial, ayo kita manfaatkan lahan kosong menjadi lahan produksi. Salah satunya dengan menanam Melon Golden Alisha, karena ini sangat menjanjikan secara ekonomi,” ajak Mardiyanti.
Melihat keberhasilan ini, Bank Sampah Mandiri menargetkan akan memperluas area tanam hingga lebih dari 1.000 pohon. Mereka juga membuka pintu bagi petani lain yang ingin belajar teknik budidaya melon organik secara intensif. (rls/red). 
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image